JournalNusantara.com - Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober yang lalu adalah kesempatan bagi pencipta kopi untuk berbagi kecintaan mereka terhadap minuman kopi.
Peringatan ini dirayakan oleh 77 negara anggota International Coffee Organization (ICO) dan puluhan asosiasi kopi di seluruh dunia. Tahun ini pada peringatan Hari Kopi Internasional ICO dan ILO bersama-sama mengusung tema "Mempromosikan Hak Atas Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat dalam Rantai Pasokan Kopi".
Baca Juga: Gandeng Lapas Sukamiskin, FDK UIN Bandung Teken Kerja Sama dan Sosialisasi Layanan Konseling
Menurut Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Wijaya Kusuma yang juga Caleg DPRD Cianjur Dapil 6 mengungkapkan bahwa hari kopi internasional merupakan salahsatu bentuk dukungan dan penghargaan terhadap kerja para petani kopi dan semua orang yang terlibat dalam industri kopi baik yang memproduksi, menjual, bahkan penyaji kopi.
"Hari Kopi Internasional merupakan salahsatu bentuk dukungan dan penghargaan terhadap kerja para petani kopi dan semua orang yang terlibat dalam industri kopi baik yang memproduksi, menjual, bahkan penyaji kopi." Ujar Wijaya kepada JournalNusantara.com, Minggu (3/12/2023).
"Wilayah Kabupaten Cianjur juga merupakan salahsatu produsen kopi di Indonesia. Kopi Gunung Padang dan Cianjur Selatan dinilai memiliki aroma dan rasa yang nikmat. Semoga Hari Kopi Internasional bisa menjadi moment promosi yang bisa meningkatkan nilai jual kopi asal Cianjur" Tambahya.
"Kopi merupakan minuman pavorit masyarakat Indonesia dan dunia, selain bermanfaat untuk kesehatan, kopi bisa menyatukan para pecintanya". Tegasnya.
Baca Juga: Nyambi Jadi Pengedar Narkotika, Seorang IRT Ditangkap Polres Karawang
"Sangat wajar kalau pelaku usaha kopi mendapat apresiasi dari dunia karena kopi bisa menyatukan masyarakat lokal dan nasional. Tak sedikit usaha waralaba yang fokus menjual minuman kopi". Kata Wijaya.
"Saya berharap pelaku usaha dan petani kopi Indonesia mendapat perhatian lebih terutama petani dan pelaku UMKM Kopi, pemerintah harus menyediakan dana bantuan, pembinaan khusus peningkatan usaha kopi baik itu bantuan alat proses, pupuik, bibit bahkan kopi petani Indonesia di beli khusus oleh BUMN atau BUMD seperti Bulog yang membeli produk beras." Pungkasnya.***