JournalNusantara.com - Pedagang telur di Pasar Induk Cianjur terlihat resah mengingat harga telur ayam yang tiap hari mengalami kenaikan yang terus meroket. Kenaikan salah satu kebutuhan sembilan bahan pokok itu, telah terjadi selama dua pekan dan diprediksi masih terus terjadi di minggu ke tiga dan seterusnya.
Mahalnya harga telur sangat dirasakan para pedagang dan masyarakat yang menjadikannya bahan masakan sehari-hari untuk disantap.Pantauan di Pasar Induk Cianjur (PIC) harga telur saat ini Rp33.000/Kg dari semula harga normal berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp28.000/Kg.
Baca Juga: Kriminolog UNSUR Kuswandi Menilai Kejahatan Begal Terjadi Karena Faktor Keberhasilannya Besar
Salah satu pedagang telur Pasar Induk Cianjur (PIC) Agus Salim (43) mengatakan, biang kerok dari melambungnya harga telur di Cianjur diakibatkan stok yang tidak melimpah dari peternakan.
Hal itu lantaran, stok telur yang mestinya didapatkan para pedagang dialihkan kepada permintaan pemerintah untuk program Bansos ketahanan pangan.
Menurut informasi yang didapatkannya, Agus menyebutkan program Bansos tersebut di bulan April, Mei dan Juni.
Baca Juga: Dua Kades di KBB Mundur Karena Ikut Pileg, Camat Jamin Tak Akan Mengganggu Pelayanan Warga
"Para peternak cukup kewalahan menyediakan stok telur karena di ambil program bansos. Padahal secara umum permintaan dari masyarakat stabil," kata Agus, Senin (22/05/2023).
Saat ini, kenaikan harga telur yang terjadi menurut Agus, merupakan paling terparah dialaminya selama menjadi pedagang.
"Ketika ada program bansos itu harga langsung anjlok. Kalau sebelumnya kan sedikit-sedikit naiknya," paparnya.
Baca Juga: Potret Andi Icha Hardy, Finalis Miss Mega Bintang Indonesia 2023 Asal Sulawesi Barat
Sementara itu, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Eva Ajizah (29) mengakui, kenaikan harga telur yang terbilang tinggi dari biasanya.
Lantaran adanya kenaikan harga telur, ia pun mengurangi pembelian telur.
"Biasanya kan buat masak, beli telur itu satu kilogram, sekarang paling setengahnya aja. Soalnya harga satu kilogramnya sampai Rp35.000. Memang kenaikan paling parah menurut saya," tutup Eva.***
Artikel Terkait
Renita, Ketua Terpilih PW IPPNU Jawa Barat Sampaikan Pentingnya Berorganisasi
Istana Kepresidenan RI Cipanas, Destinasi Wisata Sejarah di Cianjur
Peduli Kemanusiaan, TNI Kirim Bantuan untuk Korban Badai Siklon Tropis di Belesia
Potret Andi Icha Hardy, Finalis Miss Mega Bintang Indonesia 2023 Asal Sulawesi Barat
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan Soroti Rencana Import 2 Juta Ton Beras
Besaran Gaji Kepala dan Perangkat Desa Menurut PP No 11 Tahun 2019
Awal Juni 2023 Tilang Manual Akan Berlaku Kembali di Bandung
Pemain Voli Asal Cimaung Bandung, Farhan Halim Didaulat Menjadi Raja Service Di ASEA Games 2023 Kamboja
Dua Kades di KBB Mundur Karena Ikut Pileg, Camat Jamin Tak Akan Mengganggu Pelayanan Warga
Kriminolog UNSUR Kuswandi Menilai Kejahatan Begal Terjadi Karena Faktor Keberhasilannya Besar