JOURNALNUSANTARA.COM, KOTA TASIK - Puluhan siswa MA PK Al Hikmah mengikuti kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang diselenggarakan di aula madrasah pada Kamis (27/8/2026).
Dalam upaya membekali generasi muda dengan pemahaman finansial yang bijak dan aman, pihak madrasah secara khusus mengundang narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa Barat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.
Kegiatan ini bertujuan mengedukasi para siswa agar lebih cakap dalam mengelola keuangan, seperti menyusun skala priorities kebutuhan dan membiasakan diri menabung sejak dini.
Selain itu, para siswa juga diingatkan untuk tidak terjebak dalam ancaman finansial yang marak saat ini, yakni judi online, pinjaman online ilegal, dan perilaku konsumtif atau belanja online berlebihan.
Dalam paparannya, Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia, membagikan wawasan mendalam mengenai manajemen uang secara bijak.
"Siswa harus cerdas membedakan mana kebutuhan utama dan mana yang hanya keinginan semata. Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita terjerat fenomena judi online, pinjaman online, maupun belanja online berlebihan yang merugikan masa depan," tegas Andriani Alfiah Kurnia.
Ia juga menambahkan bahwa kesadaran finansial sejak bangku sekolah akan menjadi benteng pertahanan utama anak muda dari berbagai modus penipuan dan jebakan keuangan di era digital.
Sementara itu, Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat, Sri Herlinawati, menekankan pentingnya membangun pola pikir investasi sejak muda.
"Investasi itu ada dua bentuk penting, yaitu investasi leher ke atas berupa pengayaan ilmu dan keterampilan, serta investasi keuangan seperti di pasar modal. Keduanya harus berjalan beriringan untuk mempersiapkan masa depan yang mapan," ujar Sri Herlinawati.
Sri Herlinawati mengedukasi siswa bahwa sebelum mengalokasikan uang ke pasar modal, pengembangan diri dan pemahaman dasar tentang instrumen keuangan adalah modal utama yang paling berharga.
Wakil Kepala Sekolah MA PK Al Hikmah, Ade Arif Rahman, menyampaikan harapannya agar ilmu yang didapatkan para siswa tidak berhenti di ruang seminar saja.
"Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa MA PK Al Hikmah tidak hanya cerdas secara akademis dan spiritual, tetapi juga memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi. Semoga anak-anak kami mampu mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari, bijak mengelola uang, dan terhindar dari bahaya risiko keuangan modern," harap Ade Arif
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Mulai dengan Berbagi (Bagian 2311)
Mutiaran Pagi: Setiap Maulid Tiba (Bagian 2312)
UIN Bandung Resmi Buka Program S2 Ilmu Komunikasi, Perkuat Peta Kajian Komunikasi di PTKIN
Wow... Skandal Asusila Diduga Libatkan Pegawai ASN Pemprov Sumbar Mendadak Viral di Medsos
OTT Rektor Unsoed dan Kotak Pandora Jalur Mandiri: Beranikah KPK Membongkar Kampus Lain?
Diduga Gegara 'Telolet', Rombongan Bus Pariwisata Anyer Alami Laka Beruntun di Tol Tangerang-Merak
Mutiara Pagi: Tak Membalas Kebencian (Bagian 2313)
Healing di Bulan Kemerdekaan Ala Warga Sambilawang
Mutiara Pagi: Buat Apa Menyimpan Benci (Bagian 2314)
Suntikan Modal Rp500 Miliar Holding BUMD Jabar Dipertanyakan