Warisan Gunung Padang Semarakkan Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:08 WIB
Representasi kemegahan Situs Megalitikum Gunung Padang menyemarakkan rangkaian Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 di pusat kota. (FOTO: Ist)
Representasi kemegahan Situs Megalitikum Gunung Padang menyemarakkan rangkaian Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 di pusat kota. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Keagungan Situs Gunung Padang sebagai cagar budaya megalitikum unggulan Kabupaten Cianjur turut diangkat dalam gelaran Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026 pada Sabtu (22/8/2026).

Pawai ini diselenggarakan sebagai puncak peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Iring-iringan karnaval menampilkan beragam potensi seni, tradisi, dan pariwisata daerah. Kehadiran miniatur serta unsur Situs Gunung Padang sukses menyedot perhatian publik sebagai simbol peradaban purba dan warisan leluhur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur Yudha Azwar menjelaskan, promosi potensi cagar budaya lewat panggung karnaval merupakan langkah efektif untuk mendekatkan sejarah daerah kepada warga.

"Kami ingin masyarakat dan wisatawan lebih mengenali kekayaan daerah, salah satunya kehebatan peradaban purba yang tercermin di Situs Gunung Padang," ujarnya.

Menurutnya, kompleks batu andesit bertingkat yang berlokasi di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka tersebut tak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menjadi magnet utama sektor pariwisata lokal.

Rangkaian Karnaval Cianjur Fest 2026 ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Konvoi dihiasi armada hias dari dinas pemerintah, BUMN, BUMD, utusan seni dari 32 kecamatan, sekolah, hingga komunitas lokal.

Kemeriahan parade makin lengkap dengan pertunjukan tradisi Kuda Kosong, iring-iringan kereta kencana Forkopimda, serta mobil hias tauco yang membawa keluarga pejabat daerah.

Seluruh elemen pengamanan dari Satpol PP, Damkar, TNI, hingga Polri disiagakan untuk mengawal kelancaran pawai.

Iring-iringan bergerak dari titik start di Jalan Perintis Kemerdekaan, melintasi rute protokol perkotaan seperti Jalan Prof. Moch. Yamin, KH Hasyim Ashari, Mangunsarkoro, Siliwangi, dan finis di kawasan Alun-Alun Cianjur.

Kehadiran atraksi budaya dari seluruh penjuru kecamatan ini berhasil menyajikan panggung edukasi yang memperkuat rasa bangga warga terhadap identitas daerahnya.

Pemkab Cianjur pun berkomitmen untuk terus menyelaraskan upaya pelestarian situs bersejarah dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jejak Polisi Cianjur Pengibar Merah Putih 1945

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:53 WIB
X