JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Ribuan warga membanjiri berbagai jalur protokol Kabupaten Cianjur untuk menyaksikan langsung kemeriahan parade Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026.
Dari sederet rangkaian pertunjukan yang disajikan, atraksi bersejarah Helaran Kuda Kosong menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Rombongan Kuda Kosong berparade di tengah iring-iringan karnaval yang melibatkan beragam elemen, mulai dari dinas pemerintah, badan usaha daerah, komunitas seni, pelajar, hingga utusan dari 32 kecamatan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur Yudha Azwar menjelaskan, Kuda Kosong selalu menyedot perhatian publik lantaran tidak ada penunggang di atas punggungnya. Kuda tersebut dihiasi ornamen khusus dan diarak penuh rasa hormat sebagai bagian dari adat istiadat warga lokal.
Tradisi Kuda Kosong menyimpan nilai sejarah serta latar belakang filosofis yang amat mendalam bagi warga Tatar Pasundan.
Berdasarkan sejarah dan tuturan lisan yang diwariskan, pembiaran kuda tanpa penunggang tersebut difungsikan sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada para leluhur pendiri Cianjur.
Pada helaran tahun ini, semarak acara makin terasa kental berkat alunan musik tradisional, iringan prajurit berbusana adat, hingga pengawalan ketat pasukan khusus.
Rombongan pawai bergerak dari titik start di Jalan Perintis Kemerdekaan, menyusuri rute perkotaan seperti Jalan Prof. Moch. Yamin, Mangunsarkoro, Siliwangi, hingga finis di area Alun-Alun Cianjur. Selain Kuda Kosong, iring-iringan turut dimeriahkan kereta kencana jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda.
Kehadiran atraksi Kuda Kosong dalam Cianjur Fest 2026 tak sekadar menyajikan tontonan hiburan bagi khalayak umum. Lebih dari itu, momentum ini menjadi wadah edukasi untuk memperkenalkan serta melestarikan warisan budaya leluhur kepada generasi muda.
Apalagi, tradisi Kuda Kosong kini telah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) milik Kabupaten Cianjur yang wajib dijaga kelestariannya.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Membuka Ruang Hati (Bagian 2309)
LBH Cianjur Minta Polres Supervisi Perkara Agus Suhendar
Korban Penipuan Investasi Online Econex Venture Malah Jadi Tersangka
Hikmah Kasus Korupsi di Unsoed: Mengembalikan Marwah Senat Universitas dalam Pemilihan Rektor
Jeslyn Valeri Azuki Bakal Mewakili Indonesia di International Kids of The Year 2026
Jejak Polisi Cianjur Pengibar Merah Putih 1945
Disbudpar Cianjur Usung Kereta Kencana Badak Putih di Karnaval Budaya
Tampilkan Mobil Hias Masjid Agung, BKAD Cianjur Meriahkan Karnaval Budaya
Dishub Tampilkan Mobil Hias Lonceng Pendopo di Karnaval Cianjur
'NGAOS' Jadi Tema Disdikpora Cianjur di Karnaval Budaya 2026