FOKSI Cianjur Soroti Permasalahan Dapur MBG Garuda Mandiri di Cibeber

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Ilustrasi dapur MBG. (FOTO: Ist)
Ilustrasi dapur MBG. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Garuda Mandiri di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, memicu persoalan.

Forum Kajian dan Aksi (FOKSI) Kabupaten Cianjur menyoroti operasional layanan tersebut setelah muncul keluhan terkait distribusi makanan yang diduga sudah asam di Posyandu Dahlia 1 pada Senin (3/8/2026).

Irfan, seorang tokoh masyarakat setempat, mengonfirmasi bahwa olahan nugget tahu yang dibagikan kepada penerima manfaat saat itu sudah tidak layak konsumsi.

Selain keluhan makanan, ia mengungkapkan adanya ketidaksesuaian menu balita yang menyajikan sate berbumbu kacang, penarikan paket makanan tanpa pengganti, hingga dampak lingkungan berupa pencemaran limbah.

“Betul, pada hari itu nugget tahu yang diterima penerima manfaat rasanya sudah asam,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, limbah dari aktivitas dapur MBG dituduh mencemari aliran sungai, mengontaminasi kolam hingga mematikan ikan warga, serta merembet ke sumur milik seorang kiai. Akibat pencemaran tersebut, pemilik sumur yang sedang sakit stroke terpaksa harus mengungsi.

“Makanan yang sudah dibagikan sempat ditarik kembali, tetapi tidak ada makanan pengganti untuk penerima manfaat pada hari itu,” katanya.

“Akibat limbah yang masuk ke sumur, kiai pemilik sumur untuk sementara harus mengungsi ke rumah lain,” ungkap Irfan.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garuda Mandiri, Luthfi, membantah sajian dalam kondisi basi dan menyebut indikasi rasa asam berasal dari proses fermentasi tahu.

Pihaknya mengklaim telah menjalankan pemeriksaan Prosedur Operasional Standar (SOP) bersama koki sebelum pengiriman.

“Kemungkinan rasa asam terjadi akibat fermentasi bahan baku tahu. Sebelum didistribusikan, saya bersama koki dapur sudah melakukan pengecekan sesuai prosedur dan tidak ditemukan makanan dalam kondisi basi,” ucap Luthfi.

Terkait pemberian bumbu kacang untuk balita, Luthfi menjelaskan opsi penggantian menu telah disosialisasikan. Ia pun membenarkan tidak ada sajian pengganti saat penarikan makanan, tetapi berita acara telah dibuat.

Meski demikian, Korcam SPPG Kecamatan Cibeber, Syarif, memilih tidak menandatangani dokumen tersebut.

“Kami sudah menyampaikan kepada penerima manfaat. Apabila ada yang tidak menyukai menu tersebut, bisa meminta penggantian menu pada pengiriman berikutnya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X