Bukan Tilang, Satlantas Polres Cianjur dan Bapenda Cegat Pengendara untuk Fasilitasi Bayar Pajak di Tempat

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 11 Juni 2026 | 21:01 WIB
Polres Cianjur dan Bapenda fasilitasi pengendara bayar pajak di tempat. (FOTO: Ist)
Polres Cianjur dan Bapenda fasilitasi pengendara bayar pajak di tempat. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berkolaborasi demi mendongkrak kesadaran warga dalam melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan razia gabungan Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) yang diinisiasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur di jalur protokol.

Mewakili Kapolres Cianjur, Kanit Turjawali Satlantas Polres Cianjur Ipda Gingin Ginanjar menerangkan bahwa operasi ini murni untuk memverifikasi kepatuhan administrasi pajak, bukan untuk menindak pelanggaran lalu lintas.

Petugas menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat secara humanis guna memeriksa status pembayaran pajak.

"Untuk kegiatan hari ini, hari yang kedua, kegiatan KTMDU, yang mana mayoritas pemeriksaan kendaraan yang belum bayar pajak khususnya. Tapi kita berhentikan semua kendaraan yang khususnya R2 maupun R4 untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Ipda Gingin, Rabu (10/6/2026).

Dirinya memberikan garansi bahwa pengendara yang kedapatan menunggak pajak tidak akan dijatuhi sanksi tilang. Personel di lapangan justru memandu pemilik kendaraan menuju posko verifikasi Bapenda dan loket Bank BJB yang disediakan langsung di lokasi untuk melakukan pelunasan instan tanpa harus ke kantor Samsat.

"Selanjutnya kita cek, apabila kedapatan belum bayar pajak, kita verifikasi oleh tim verifikasi yang ada di Bapenda. Jadi tidak ada penindakan pelanggaran. Fokus kepada pembayaran pajak," jelasnya.

"Ada di tempat. Kita mungkin dari operasi gabungan ini, dari Bapenda dan dari BJB sudah menyiapkan loket-loket yang standby di lokasi langsung. Jadi, sehingga tidak hanya kendaraan yang diberhentikan, tapi yang mau, sadar wajib pajak, langsung kita layani di sini," kata Ipda Gingin.

Hingga hari kedua berjalan di beberapa titik strategis, dinamika di lapangan terpantau aman dan kondusif berkat pendekatan pelayanan yang ramah dari petugas.

"Untuk kendala sendiri, sampai saat ini tidak ada argumentasi atau apa. Kita terfokus ketika diberhentikan, kita senyum, sapa, salam, dan kita cek. Apabila ada belum bayar pajak kita diarahkan. Selama ini aman dan kondusif," ungkapnya.

Gerakan jemput bola yang berpindah-pindah lokasi ini ditargetkan mampu menyokong capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang alokasinya akan dikembalikan untuk membiayai program pembangunan infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan di Cianjur.

Kemudian Ipda Gingin pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar memiliki kesadaran kolektif dalam memenuhi kewajiban tersebut.

"Saya imbau kepada warga masyarakat, kita tentunya sebagai warga masyarakat, saya pun bayar pajak, sehingga dengan membayar pajak ini kedepannya di wilayah Cianjur ini pembangunan meningkat dan juga pendapatan daerahnya meningkat. Sehingga beberapa bisa dipergunakan mungkin untuk kesehatan, pembangunan, dan lain-lain," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kabupaten Cianjur Dendi Kristanto menegaskan bahwa operasi bersama KTMDU merupakan salah satu langkah taktis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan sektor pajak kendaraan yang menjadi penopang utama dana pembangunan daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X