JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR — Korp Pergerakan PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Cianjur menyatakan kekecewaan mendalam terhadap Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur.
Kepada media online nasional Journalnusantara.com, Kamis (11/6/2026) mereka menyampaikan kekecewaan hingga berbuntut pada dilayangkannya mosi tidak percaya kepada instansi tersebut.
Sikap tegas ini diambil setelah agenda audiensi resmi yang telah dijadwalkan sejak satu minggu sebelumnya diabaikan oleh pimpinan dinas.
Kedatangan pengurus KOPRI PC PMII Cianjur sama sekali tidak disambut oleh Kepala Dinas maupun Kepala Bidang, melainkan hanya ditemui oleh jajaran staf yang tidak memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan.
Ketua KOPRI PC PMII Cianjur menyayangkan sikap tersebut dan menilai hal ini sebagai bentuk pelecehan terhadap kelembagaan mereka.
Menurutnya, surat audiensi sudah dikirimkan jauh-jauh hari, namun saat mereka tiba di lokasi, Kepala Dinas beserta para Kepala Bidang kompak tidak berada di tempat.
Ia mengkritik keras kehadiran staf yang dinilai tidak memahami substansi persoalan, serta menganggap kejadian ini sebagai bukti ketidakseriusan dinas dalam menangani isu perempuan dan anak.
Audiensi yang awalnya direncanakan sebagai ruang dialektika strategis untuk membahas perlindungan perempuan dan anak di daerah, justru berujung pada kebuntuan.
KOPRI PC PMII Cianjur menilai pihak DPPKBP3A tidak memiliki iktikad baik dan terkesan sengaja menghindari ruang diskusi bersama aktivis mahasiswa.
"Sikap acuh tak acuh dari para pemangku kebijakan ini mencerminkan buruknya tata kelola birokrasi serta lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap pemenuhan hak-hak perempuan dan anak," ujarnya.
Melalui pernyataan sikapnya, KOPRI PC PMII Cianjur menyampaikan beberapa poin krusial:
1. Mengecam keras ketidakhadiran Kepala Dinas beserta jajarannya yang terkesan sengaja menghindar dan melempar tanggung jawab kepada bawahan.
2. Organisasi ini resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap kinerja DPPKBP3A karena dinilai gagal, menutup diri, dan tidak kooperatif terhadap gerakan mahasiswa.
3. Mengkritik bobroknya komunikasi internal dinas yang tidak mampu menghormati komitmen jadwal yang telah disepakati.
KOPRI PC PMII Cianjur menegaskan tidak akan tinggal diam atas perlakuan ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada iktikad baik berupa klarifikasi resmi dan permohonan maaf langsung dari Kepala Dinas.
Pihaknya menyatakan siap mengambil langkah organisasi yang lebih tegas, termasuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPPKBP3A.
Artikel Terkait
WTP Bukan Medali Kesempurnaan, Tapi Bukti Tertibnya Pengelolaan Keuangan
Eyelash Extension Terbaik di Rangkasbitung, Solusi Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama di RC'L Aesthetic
Langkah Disbudpar Cianjur Dorong Belasan Akomodasi dan Destinasi Unggulan ke Ajang Pariwisata Ramah Muslim Jabar 2026
Menakar Keadilan Energi, PMII Jawa Barat Kritik Keras Kebijakan BBM yang Bebani Rakyat
Harga Pertamax Melonjak 32 Persen, Dewan Energi Mahasiswa Jawa Barat Nyatakan Menolak Keras
Rumah Wiraswasta di Cibeber Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 150 Juta
Mutiara Pagi: Indonesia (Tak) Sendirian (Bagian 2237)
Depresi Akibat Putus Cinta, Pemuda di Cianjur Ditemukan Tewas Terjerat
Menag Nasaruddin Umar Lantik Pengurus IPIM Jabar, Tekankan Peran Imam Masjid Bangun Peradaban
Menjaga Kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis