TRIGGER WARNING:
Tulisan ini memuat pembahasan mengenai bunuh diri dan melukai diri sendiri yang mungkin dapat memicu kondisi psikologis. Jika Anda atau seseorang yang dikenal sedang mengalami masa sulit, memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, atau berada dalam krisis emosional, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Segera cari bantuan profesional dan konsultasikan kondisi ke psikolog, psikiater, rumah sakit terdekat, atau layanan pusat panggilan darurat resmi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Warga Kampung Cipadang, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya.
Korban yang diketahui berinisial BS (39) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di sekitar tubuhnya. Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban yang mendapati anaknya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Aparat Kepolisian dari Sektor Cibeber bersama Tim Identifikasi Kepolisian Resor Cianjur segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga setempat.
Petugas langsung menggelar olah TKP untuk mengumpulkan bukti di sekitar area penemuan jasad. Berdasarkan penyelidikan awal di lapangan, pria yang belum memiliki pekerjaan tetap tersebut nekat mengakhiri hidupnya sendiri secara tragis di dalam rumah.
Kemudian pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif di balik tindakan nekat ini diduga kuat berkaitan dengan masalah asmara yang sedang dihadapi oleh korban sebelum meninggal dunia.
"Telah terjadi penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang pertama kali ditemukan oleh ibunya, yang mana diduga BS melakukan gantung diri diakibatkan putus cinta," ujar petugas Polsek Cibeber saat memberikan laporan resmi, Kamis (11/6/2026).
Lalu guna memastikan penyebab pasti kematian, tim medis dari Puskesmas Cibaregbeg juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah.
Dalam hal ini berdasarkan pengecekan menyeluruh, tim kesehatan memastikan bahwa tidak ada indikasi penganiayaan atau tindak pidana lain pada tubuh korban.
"Tidak ada bekas tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya mengeluarkan mani dan terdapat luka jeratan di leher," ungkap pihak Puskesmas Cibaregbeg memaparkan hasil visum luar.
Lebih lanjut meskipun aparat kepolisian sempat menawarkan penelusuran lebih mendalam, pihak keluarga korban memilih untuk menyudahi proses hukum tersebut.
Pihak keluarga secara resmi menolak tindakan otopsi terhadap jenazah BS. Mereka menyatakan telah menerima kejadian ini dengan lapang dada serta memandang kematian almarhum murni sebagai takdir dan kehendak Allah.
Artikel Terkait
Sah Dilantik, RW 07 Perum Pepabri Gunteng Cianjur Prioritaskan Substansi Visi 'Gunteng Berseri'
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Menjadi Rp 16.250 Per Liter
Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Pedagang Alun-Alun Cibeber Cianjur Ditunda
WTP Bukan Medali Kesempurnaan, Tapi Bukti Tertibnya Pengelolaan Keuangan
Eyelash Extension Terbaik di Rangkasbitung, Solusi Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama di RC'L Aesthetic
Langkah Disbudpar Cianjur Dorong Belasan Akomodasi dan Destinasi Unggulan ke Ajang Pariwisata Ramah Muslim Jabar 2026
Menakar Keadilan Energi, PMII Jawa Barat Kritik Keras Kebijakan BBM yang Bebani Rakyat
Harga Pertamax Melonjak 32 Persen, Dewan Energi Mahasiswa Jawa Barat Nyatakan Menolak Keras
Rumah Wiraswasta di Cibeber Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 150 Juta
Mutiara Pagi: Indonesia (Tak) Sendirian (Bagian 2237)