JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Kehadiran film Kupeluk Kamu Selamanya yang mengangkat narasi perjuangan seorang ibu dalam mempertahankan kasih sayang terhadap anak tunggalnya mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai kalangan, termasuk PT Pegadaian.
Film ini dinilai tidak hanya sekadar hiburan visual, tetapi juga mengandung muatan edukasi yang mendalam mengenai pentingnya perencanaan keuangan serta kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko hidup yang tidak terduga.
Hal inilah yang mendorong Pegadaian Kanwil 8 Jakarta 1 untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana sosialisasi yang lebih humanis kepada masyarakat.
Melalui Area Kramatjati, Pegadaian menyelenggarakan agenda nonton bareng yang melibatkan mitra kerja, nasabah, hingga generasi z.
Kegiatan ini bertujuan memberikan sentuhan edukasi bahwa tata kelola finansial yang baik merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap generasi tanpa terkecuali.
Dalam pandangan perusahaan, merencanakan keuangan dengan tepat bukan semata-mata persoalan jumlah nominal yang dimiliki, melainkan tentang niat dan konsistensi seseorang dalam menyisihkan dana untuk masa depan yang lebih terjamin.
Fenomena yang sering terjadi di masyarakat adalah pengabaian terhadap perencanaan keuangan hingga akhirnya terbentur pada situasi sulit.
Salah satu poin yang disoroti adalah anggapan keliru bahwa gangguan kesehatan hanya akan muncul pada usia senja. Padahal, risiko kesehatan bisa terjadi sejak dini dan berpotensi menguras fokus serta kondisi finansial orang tua.
Oleh karena itu, Pegadaian hadir untuk mengingatkan para penonton bahwa pilihan investasi yang cerdas merupakan langkah preventif agar ketahanan ekonomi keluarga tidak hilang tanpa bekas saat menghadapi krisis.
Selama ini, isu kesehatan sering kali dianggap hanya menjadi ranah medis atau asuransi, namun masih sedikit yang menyadari bahwa investasi memiliki peran pelengkap yang sangat vital.
Di sela agenda nonton bareng yang berlangsung di studio XXI Senayan City, Afiq selaku pendidik finansial profesional dari Pegadaian bersama jajaran pemeran film memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan.
Mereka memaparkan konsep pembentukan kekayaan serta pengelolaan aset dengan cara-cara yang sangat praktis dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Edukasi tersebut menekankan pentingnya mengelola gaya hidup dan melakukan pemetaan keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.
Masyarakat diajak untuk mulai membiasakan diri menabung dan berinvestasi dengan prinsip menyisihkan dana di awal, bukan sekadar menyisakan apa yang ada.
Artikel Terkait
Ironi Keadilan
Analisis Kritis Kontribusi PAD Perumdam Tirta Mukti Cianjur
23 Nama Bersaing Rebut Kursi Pimpinan BAZNAS Cianjur, Uji Kompetensi Jadi Penentu Pekan Ini
Inovasi SPPG Cianjur Cilaku Sirnagalih 1, Siswa Nikmati Makan Bergizi dengan Sistem Prasmanan
Di Cianjur Eyang Suryakancana Berwujud Universitas Bukan Kereta Kencana
Menguji Substansi Transformasi Pendidikan di Cianjur
Dilema Pelestarian Budaya dan Persoalan Sosial di Cianjur
Mutiara Pagi: Sukma Kehidupan (Bagian 2202)
Dinamika Ruas Jalan Protokol Cianjur dalam Acara Tradisi Binokasih Mulang Salaka
Tingkatkan Kualitas Edukasi Investasi Emas, Pegadaian Area Kramatjati Bekali Tenaga Pemasar Kemampuan Komunikasi Efektif