Asep Toha menekankan agar Pansus DPRD tidak membatasi diri. Perubahan regulasi harus diarahkan untuk mengunci target kinerja dan memastikan setiap rupiah yang masuk menghasilkan perubahan signifikan.
"Memaksakan penyertaan modal tanpa memperbaiki aturan main dianggap sama saja dengan menambah bahan bakar pada mesin yang rusak," tegasnya.
Masyarakat tentu berharap agar pembahasan regulasi ini tidak sekadar menjadi agenda rutin yang menyerap anggaran publik dan waktu politik. Hasilnya harus berupa perubahan substantif, bukan sekadar penambahan angka dalam neraca.
Cianjur tidak kekurangan air, namun sedang mengalami krisis keberanian untuk memperbaiki sistem. Pansus masih memiliki ruang untuk membongkar pasal-pasal lemah dan memastikan PDAM benar-benar hadir memberikan pelayanan yang luas dan berkualitas bagi rakyat.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Putaran Kehidupan (Bagian 2193)
Jihan Fahira Tekankan Urgensi Moral Pancasila dalam Pola Asuh Anak di Era Digital
Masa Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur 2026–2031 Diperpanjang hingga 4 Mei
Grand Aston Puncak dan Theo’s Wife Lois Sajikan Nusantara Gourmet, Kolaborasi Kuliner Eksklusif Dua Chef
Mutiara Pagi: Menyalakan Senyum (Bagian 2194)
Menakar Transparansi dan Objektivitas di Balik Rotasi Massal Pejabat Cianjur
Mutiara Pagi: Tragedi Bekasi Timur (Bagian 2195)
Spiritualitas Tanpa Intelektualitas: Jalan Pintas Menuju Kepemimpinan yang Rapuh
Putri Hijabfluencer Indonesia Buka Pendaftaran Area Nusantara 2026, Cek Wilayah dan Batas Waktunya
Mutiara Pagi: Membuang Kebencian (Bagian 2196)