Journalnusantara.com, Cianjur - Racana Abdullah Bin Nuh Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur sukses menyelenggarakan Penerimaan Tamu Racana (PTR) 2024 pada Sabtu-Minggu (16-17/10/2024) di Camp Coffee Mlaku Alam, Kampung Pasirtunagan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Mengusung tema "Mewujudkan Tunas Muda Racana Unggul Bersinergi, Menuju Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary yang Mandiri, Dedikatif dan Inovatif," kegiatan ini dihadiri mahasiswa baru dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI).
Kegiatan PTR dimulai dengan screening, di mana peserta diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar kepramukaan dan dilakukan pengecekan kesiapan fisik serta mental. Kemudian dilanjutkan dengan pengembaraan, sebuah perjalanan eksplorasi alam yang dirancang untuk menanamkan kemandirian, keberanian, dan kerja sama reka.
Sebagai bagian dari kontribusi sosial, para peserta juga melaksanakan bakti pada masyarakat dengan membersihkan lingkungan dan membantu aktivitas warga Desa Wangunjaya, menanamkan jiwa pengabdian yang menjadi esensi dari Gerakan Pramuka.
Ketua Reka Kerja, Sahrul Ramadhan menyampaikan harapan agar melalui PTR ini, peserta mampu menjadi tunas muda yang unggul, bersinergi, dan siap berkontribusi dalam memajukan Gerakan Pramuka di lingkungan kampus. Dengan lokasi yang asri di Mlaku Alam, acara ini memberikan pengalaman berkesan sekaligus memupuk rasa cinta terhadap alam dan masyarakat.
"Penerimaan Tamu Racana 2024 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary yang terus berkomitmen menciptakan kader pramuka yang mandiri, berdedikasi, dan inovatif," bebernya.
Ketua Dewan Racana Abdullah Bin Nuh, Fauzi Rohmat, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal perjalanan bagi mahasiswa baru untuk lebih aktif di Gerakan Pramuka.
"PTR ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi sebuah momentum untuk membangun semangat baru. Jadilah kader yang mampu membawa perubahan positif dan aktif dalam program-program pramuka ke depan," ujarnya.
Selain itu, Pembina Gugus Depan, Ujang Saepudin, juga memberikan pesan penting. Ia menegaskan bahwa seorang anggota pramuka yang baik harus mampu mengabdikan diri di setiap instansi maupun masyarakat.
"Prinsip dasar Gerakan Pramuka adalah pengabdian. Saya berharap ke depan nilai-nilai pengabdian ini dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan kampus, masyarakat, maupun instansi lainnya," katanya.
Alumni sekaligus penggagas Gerakan Pramuka di STAI Al-Azhary Cianjur, Kak Rustiman, juga memberikan pesan inspiratif. Ia mengibaratkan seorang pramuka seperti Tunas Kelapa.
"Tunas kelapa adalah simbol pramuka yang penuh makna. Ia memiliki harapan baik untuk masa depan, mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, dan memberikan beribu manfaat bagi sesama. Saya harap para peserta bisa meneladani filosofi ini dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan, PTR 2024 menjadi ajang untuk membentuk tunas muda yang mandiri, berdedikasi, dan inovatif.
Artikel Terkait
Terowongan KA Wilhelmina, Cagar Budaya di Pangandaran
Beasiswa Program Doktor Pendidikan Kaderisasi Ulama Majelis Ulama Indonesia
Antri, Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Akhlak Islami
Zaman Sekarang Lamar Kerja Susah Keterima, Wargi Cianjur Hayu Ngiringan!
Peradaban Kuno yang Berganti Nama
Mutiara Pagi: Orkestra Kehidupan (Bagian 1683)
Pesan untuk Anakku: Jangan Mengkritik Sebelum Kau Membaca 100 Buku
Anugerah Pelajar Inspiratif 2025
Amalan-amalan Sunnah di Musim Hujan (#6)
Lomba Paduan Suara, Cara Fatayat NU Cianjur Semarakkan Hari Santri dan Pahlawan