Baca Juga: Kisah Perjuangan KH Muhammad Kholilullah, Ulama Kharismatik Asal Sukabumi
"Dia adalah Malaikat Maut", jawab Nabi Sulaiman.
"Wahai Nabi Allah, tadi dia menatap wajahku dengan tajam. Aku sangat takut, jangan-jangan dia akan mencabut nyawaku. Tolong bawa aku ke tempat yang jauh", kata tamu lelaki itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan angin untuk mengantarkanya ke negeri Hindia.
Ternyata Malaikat Maut sudah menunggu di sana, lalu mencabut nyawa laki-laki itu.
Setelah itu, Malaikat Maut kembali kepada Nabi Sulaiman. Nabi kemudian bertanya: "Kenapa tadi anda melirik kepada laki-laki itu dengan tatapan yang tajam?"
Malaikat Maut menjawab:
"Aku sangat heran. Sesaat lagi aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di Negeri Hindia, sedangkan ia berada di tempat yang sangat jauh. Namun tiba-tiba ada angin yang membawanya sampai ke negeri itu. Lalu kucabut nyawanya di tempat dan waktu yang telah ditentukan untuknya."
Kisah di atas mengajarkan tentang rahasia ajal: waktunya, tempatnya dan caranya. Di antara mu'jizat Nabi Sulaiman AS adalah, Allah tundukkan baginya angin untuk membawanya pergi kemana saja dengan kecepatan tinggi:
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَّرَوَا حُهَا شَهْرٌ ۚ
"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)...". (QS. Saba: 12).
Baca Juga: Gempa Cianjur, 135 Anak Kehilangan Orangtua
Hikmah Dirahasiakannya Kematian
Ibnu Qayyim dalam Kitabnya "Miftah Darus Sa'adah", mengatakan bahwa hikmah dirahasiakannya ajal adalah, agar manusia dapat menikmati hidupnya dengan nyaman, namun tidak lalai.
Seandainya manusia mengetahui bahwa ajalnya sudah dekat, ia tidak akan dapat menjalani kehidupannya dengan nyaman.