Repotnya kanker pada anak tidak dapat dicegah. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi.
Kanker pada anak dapat diobati hingga sembuh, tetapi tidak jarang harus mengorbankan sebahagian organ tubuh sang anak karena Kanker.
*PERAN ORANGTUA DAN KELUARGA SERTA MASYARAKAT*
Bagi setiap orangtua dan keluarga, perlu mewaspadai sejumlah gejala Kanker pada anak yang bisa manifes sebahagian atau sebahagian besar.
Satu gejala muncul artinya kanker bisa dalam stadium lanjut.
Gejalanya yaitu :
1.Kulit pucat, memar, pendarahan, dan nyeri tulang.
2.Benjolan atau pembengkakan tidak nyeri dan tanpa demam.
3.Berat badan menurun atau demam tanpa sebab yang jelas.
4.Batuk atau sesak napas, berkeringat di malam hari
5.Hilangnya penglihatan, dan bengkak disekitar mata
6.Perut membuncit
7.Sakit kepala yang berat dan muntah
8.Bengkak dan nyeri pada tangan, kaki atau tulang tanpa riwayat trauma.
Penemuan dini adalah kunci untuk mengendalikan kanker.
Sejumlah kanker yang sering terjadi pada anak berturut dari yang terbanyak sbb:
1.Leukemia merupakan urutan teratas dengan 30-40% kasus (Kanker darah ini terjadi pada usia 3-6 tahun),
2.Retinoblastoma (Kanker Mata pada usia sampai 2 tahun),
3.Tumor otak (usia diatas 10 tahun),
4.Neuroblastoma (Kanker syaraf pada usia 2-4 tahun),
5.Limfoma (Kanker kelenjar getah bening pada usia 6-10 tahun),
6.Kanker Tulang (Usia diatas 10 tahun),
7.Kanker Rabdomiosarkoma (Jaringan otot pada usia 5-6 tahun) dan
8.Tumor Wilms pada Ginjal dengan jumlah kasus 5-7% pada anak usia 2-3 tahun).
Baca Juga: Geger, ODGJ Bawa Tas Berisi Uang Rp 100 Juta
Lebih dari 50% kasus kanker pada anak sudah dalam keadaan stadium lanjut.
Pencegahan harus dimulai sejak anak dalam kandungan, orang tua harus rutin memeriksakan kandungannya untuk mengantisipasi penyakit kanker maupun penyakit tidak menular lainnya.
Jika si bayi, balita atau anak dicurigai adanya gejala kanker, maka segera dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
Sikap waspada sangat membantu penemuan dan penanganan secara dini.
*PERAN KELEMBAGAAN DAN KEMITRAAN CEGAH FAKTOR RESIKO*
Fasilitas Kesehatan diharapkan *memperbesar proporsi pelayanan diluar gedung*, utamanya pada aspek promotif dan preventif.
Kita menyadari bahwa dalam 20 tahun terakhir beban pelayanan kuratif semakin meningkat, sejak transformasi PT.Askes menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014.
Masyarakat tidak bisa ditinggal sendiri, sekalipun Pos Pelayanan Terpadu sudah berjalan sejak 36 tahun yang lalu.