opini

Membumikan Kembali Spirit Bhineka Tunggal Ika Dalam Kehidupan Berbangsa

Rabu, 30 November 2022 | 12:34 WIB
Tari Lego-lego di kampung budaya Takpala, Alor, NTT

JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Berbicara mengenai Bhinneka Tunggal Ika pastinya kita sebagai warga negara Indonesia sudah tidak asing lagi, bahkan semua orang sudah mengetahui apa itu Bhinneka Tunggal Ika . Bhinneka Tunggal Ika merupakan suatu motto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Burung Garuda (Garuda Pancasila) serta berasal dari bahasa jawa kuno yang  memiliki sebuah arti yaitu “Berbeda -beda tetapi tetap satu“. 

Kita harus bangga tinggal di negara Indonesia, karena indonesia memiliki banyak keberagaman diantaranya agama, ras, budaya, suku dan lain-lain. Lalu apa penyebabnya Indonesia memiliki keberagaman? Karena Indonesia memiliki banyak pulau yang terpisah oleh lautan, sehingga budaya dan suku tersebut sulit untuk menyebar dan akibatnya berkembang di pulau masing-masing. 

Baca Juga: Suara Mahasiswa; Bangga Menjadi Indonesia, Nusantara Kaya !

Nah disini saya akan membahas mengenai pro dan kontra dari kerukunan serta keberagaman yang ada di Indonesia, dimana rakyat Indonesia ini membangun sebuah negara dari banyaknya suatu perbedaan yang ada. Jika dikaitkan dengan masa sekarang yaitu tahun 2022, Bhinneka Tungga Ika ini dapat dibilang masih sangat relevan karena menurut saya selama keberagaman itu masih ada maka Bhinneka Tunggal Ika akan selalu relevan. Contohnya saja di lingkungan masyarakat, jika diteliti ternyata masih banyak masyarakat yang menunjukkan persatuan dan kesatuan yang kuat . 

Contoh lainnya Ketika ada saudara kita di Cianjur yang terkena musibah akibat gempa banyak diantaranya para masyarakat Indonesia dari berbagai daerah ikut menyumbangkan sebagian hartanya untuk saudara kita maka dari sini saya dapat berpendapat bahwasannya Bhinneka Tunggal Ika masih sangat relevan. 

Baca Juga: Warga Cikiwul Bantar Gebang Kota Bekasi, Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Akan tetapi, mungkin ada sebagian penduduk Indonesia yang menyebutkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika ada yang relevan dan tidak relevan. Hanya saja disamping pro masyarakat itu ada sebagian yang kontra, jika kita mengingat banyaknya keberagaman di lingkungan sekitar atau dikehidupan  kita,  memang pada praktiknya kurang tergambar atau tersadarkan . Hal demikian terjadi karena adanya isu atau berita tersebut yang  belum menjadi jalan atau arus pertama dalam sebuah kehidupan. 

Dengan kata lain, dapat digunakan tetapi tidak dalam penerapannya atau praktiknya sehingga ada beberapa hal yang perlu dicermati terlebih dulu. Lalu dalam segi apakah orang-orang yang menganggap bahwa Bhinneka Tungal Ika itu dapat dikatakan tidak relevan ? nah ternyata pada realitasnya orang-orang masih ada yang melakukan diskriminasi pada orang lain, bullying dan lain-lain. Lalu apakah hal tersebut patut dikaitkan dengan makna semboyan kita ? tentu saja tidak. 

Baca Juga: Pemulihan Pasca Gempa Cianjur, Pemprov Jabar Terus Salurkan Bantuan Logistik

Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika harus lebih ditingkatkan lagi  dalam praktiknya karena pada dasarnya Bhinneka Tunggal Ika itu dapat menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia salah satu caranya yaitu dengan menanamkan dalam diri kita mengenai Bhinneka Tunggal Ika, jadi walaupun kita berbeda- beda akan tetapi jangan jadikan keberagaman itu sebagai penghambat komunikasi.

Contohnya begini, di dalam suatu daerah mayoritas masyarakatnya beragama Kristen akan tetapi ada sebagian yang beragama islam, nah disana terdapat perbedaan dalam segi agama atau kepercayaan. Dengan banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut dapat menimbulkan hal-hal indah, seperti mengajarkan kepada kita untuk menanamkan toleransi dalam kehidupan, saling menghormati, saling menghargai dan lain sebagainya. 

Baca Juga: KITA Bersama KPAID Kabupaten Cianjur Bantu Anak Korban Gempa

Jadi, Bhinneka Tunggal Ika itu sangat penting bagi kita sehingga ada sebuah pepatah mengatakan bahwa “apa yang kita tanam maka itulah yang kita tuai”. Kita sebagai generasi muda penerus bangsa harusnya sadar dan melestarikan nilai-nilai kebangsaan kita sendiri karena sebagai generasi muda juga, kita harus inklusif jangan ekslusif . 

Nah, inklusif disini memiliki arti bahwa kita harus membuka diri kepada para masyarakat yang lebih luas agar kita sendiri paham bagaimana caranya perbedaan itu benar adanya di tengah-tengah kita. Mengingat banyaknya konflik dan keberagaman pada masa sekarang,sehingga penting bagi kita sebagai generasi penerus bangsa dan generasi perubahan dimana Indonesia pada masa depan berada di tangan kita sehingga apa yang hari ini kita lakukan maka itu akan berpengaruh bagi Indonesia di masa depan.*** (Ade Silvia Nurazizah/ MD 1A)

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB