opini

Pemilu Harus Lebih Beradab Agar Dapat Mengbangun Masa Depan Yang Lebih Beradab (Bag 1)

Selasa, 29 Agustus 2023 | 11:34 WIB
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Jacob Ereste

Kalau pun saat Pemilu (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif dan Kepala Daerah) nanti terpaksa harus memilih karena yang harus dipilih semuanya buruk ada yang baik setidaknya pilihlah yang terbaik dari yang buruk itu. Sebab Pemilu harus tetap dilakukan, meski juga banyak orang yang tak yakin Pemilu 2024 tetap berlangsung.

Baca Juga: Pemilu Berkualitas Akan Menghasilkan Perubahan Yang Ideal Dengan Kehendak Rakyat

Pilihan terbaik diantara yang terburuk itu, toh tetap harus mengacu pada kapabilitas syarat untuk dipilih mulai dari integritas yang harus mengacu pada etikabilitas dan intelektualitas yang mumpuni. Bisa saja diantaranya yang mengedepankan etikabilitas lebih utama dari intelektualitas, karena intelektualitas hanya bersandarkan pada akal yang bisa luput dari endusan hati yang manusiawi. Sebab acap kali keputusan harus dilakukan tanpa pertimbangan akal, tetapi atas pengembaraan hati nurani.

Baca Juga: Karakter Massa Pemilih di Negara Berkembang dan Peran Pendidikan Politik

Integritas merupakan proyeksi dari apa yang bisa dilihat pada perilaku yang bersangkutan dalam tindak tanduknya bercampur gaul dengan orang lain dalam sehari-hari. Maka itu integritas seseorang  dapat menunjukkan konsistensi antara ucapan dan perbuatan serta keyakinan dirinya yang dapat dilihat sekaligus dirasakan oleh banyak orang, meski kita sendiri sangat mungkin belum bisa ikut menikmati langsung dari apa yang telah dilakukan oleh tokoh tersebut.

Baca Juga: Ingin Hidup Sehat, Coba Ikuti 10 Kebiasaan Sehat Nabi Muhammad

Naluri setiap orang untuk memilih yang terbaik itu sesungguhnya merupakan bagian dari intuisi bawaan, seperti kebiasaan saat memilih buah yang beragam dalam sebuah keranjang sajian. Namun agak sedikit kelebihannya dalam memilik sosok bisa saja disertai oleh rasa suka atau sikap simpati yang sangat subyektif sifatnya. Maka itu, analisis sekilas diperlukan agar pilihan dapat dilakukan secara rasional -- bukan sentimental -- karena atas dasar selera atau sekedar kesukaan pribadi semata.***

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB