Oleh : Jacob Ereste
Fenomena Rocky Gerung yang terkesan menggedor langit itu akibat krisis kepemimpinan dalam arti ketauladanan dan panutan, sebagai penuntun jalan berdasarkan akal sehat. Sama halnya dengan kehadiran Forum Negarawan yang beranjak dari Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) yang diwasiatkan oleh Gus Dur bersama Susuhunan Paku Buwono XII dan KH. Dr (Hc) Habib Khirzin serta tokoh nasional lainnya.
Esensi dari gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual itu diurai lebih mendetail melalui Forum Negarawan bersama sejumlah ahli dan pakar, baik dari kalangan akademis serta militer maupun dari kalangan profesional dan aktivis pergerakan yang ada di Indonesia.
Karena itu, anggota Forum Negarawan juga terserak di berbagai tempat, berbagai daerah dan negara dengan tetap membangun komunikasi dan bertukar informasi untuk kemudian saling dipublikasikan agar dapat memberi manfaat bagi orang banyak.
Gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman yang paling esensial itu diteruskan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu dengan cara menghimpun sejumlah tokoh Nasional dari berbagai disiplin ilmu maupun profesi serta latar belakang rutin berkumpul untuk menyampaikan pandangan serta evaluasi kritisnya ikhwal negara dan bangsa Indonesia untuk menghadapi beragam masalah yang semakin rumit dan pelik dalam geopolitik global yang meliputi segenap aspek kehidupan, baik dalam tataran lokal, regional, nasional maupun Internasional.
Baca Juga: Sebab Cina Menuju/ Menjadi Negara Maju (Bag 2)
Karena itu wajar pada pertemuan rutin bulanan setiap tanggal 11, beragam masalah dikemukakan untuk dicarikan jawaban terbaik hingga kemudian bisa disosialisasikan secara lebih meluas untuk menjadi acuan atau sekedar pembanding bagi warga masyarakat.
Fenomena yang terkesan membetot jantung kesadaran semesta di negeri ini tampak jelas akibat krisis kepemimpinan yang berakhlak mulia untuk mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi. Memposisikan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan kelompok atau gang persekongkolan, baik dalam skala lokal maupun skala internasional yang mengancam kebangkrutan negeri kita ini.***