Oleh : Andi Qahar Muzzakar & Nunu A Hamijaya
Dalam kesempatan kajian Islam di Indramayu kami menyimak materi dari Ustdz. Andi Qahar Muzakar. Topiknya saya beri judul Filsafat Kambing : 4 Karakter Mujahid. Hadir dalam kesempatan itu tidak kurang dari 49 orang kader Mawali didampingi narasumber lainnya turut mengikuti sesi materi ini.
Para Nabi dan Rosul adalah pengembala kambing. Salah satu hadits dari Abu Hurairah RA memberi informasi tersebut. Yang pertama, Mengapa kambing? Tidak unta? Tidak sapi? Ustad Andi Qahar Muzakkar (60 th), salah-seorang cucu mujahid A.Q. Muzakar, mempunyai alasan filsofisnya, bahwa Kelas Kambing adalah kelas orang-orang dhuafa – Mustadifin dan miskin, rakyat pada umumnya.
Baca Juga: Bahaya Paham Radikal Komunis Maoisme Yang Akan Diterapkan di Indonesia
Lihatlah jika kita naik kapal laut, maka yang paling murah itu adalah tarifnya disebut kelas kambing! Jadi, para nabi dan rosul kebanyakan mempunyai umat pengikutnya dari kelas kambing daripada kelas eksekutif atau VVIP.
Yang Kedua, mengapa kambing? Dengarkanlah, suara kambing. Semuanya sama,mengembik…Sangatlah berbeda dengan burung, yang begitu banyak jenisnya, pun suaranya berbeda-beda. Ada yang lembut, keras, dan bahkan tidak enak didengarnya. Tetapi, suara kambing itu satu suara. Mereka selalu mengikuti perintah sang Nabi dan bersikap satu suara. Mendukung perjuangan Nabi / Rosulnya.
Yang Ketiga, mengapa kambing? Kambing-kambing itu selalu ke mana-mana bergerombol alias berjamaah. Itulah Gerombolan para kambing pengikut Nabi, sehingga para pengikut Nabi SAW dimanapun seringkali disebut gerombolan. Ingat di Negeri Wakanda, ada sebutan Gerombolan DI/TII SM Kartosuwirjo, Daud Beureuh, atau Abdul Qahar Muzzakar.
Baca Juga: Aset Korban Persekongkolan Oknum BRI Akan Dilelang, Kuasa Hukum Siap Gugat Perdata
Yang Keempat, mengapa kambing? Dia adalah hewan yang menjadi Kurban-nya Nabi Ibrahim. Hewan ini adalah simbol ‘keihlasan dan pengorbanan yang tertinggi’ dari seorang mukmin, yang paling sabar seperti halnya Ismail. Berbeda dengan ‘keledai’ yang menjadi symbol ‘kebodohan’.
Menurut peneliti , Christian Nawroth, hewan kambing ini sangat sensitif melihat wajah disekitarnya. Mereka cenderung menghindari wajah-wajah pengembala yang Marah-Masam-Cemerut, dan memilih pengembalanya yang berwajah bahagia, senyum, ramah. Ini mengindikasikan bahwa para Nabi / RosuL sejak awalnya didik untuk selalu menunjukkan wajah bahagia, ramah, dan ceria.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Shalawat
Para Nabi/Rosul, sekalipin adalah mereka yang paling mendapatkan ujian paling berat, namun mereka adlah manusia yang paling bahagia dan murah senyum, tidak Pemarah.***