Baca Juga: Kritikus Rocky Gerung Akhirnya Minta Maaf Atas Pernyataan yang Banyak Memantik Polemik
Kelima, perjalanan ini adalah ibadah seumur hidup. Pernikahan dalam perspektif Islam adalah ibadah yang sangat berharga (highly rewardable). Setiap hal baik yang terjadi antara pasangan setelah menikah dianggap ibadah. Bahkan hanya saling tersenyum sebagai suami istri. Atau bahkan ketika mereka melakukan hubungan intim yang sangat pribadi, hubungan seksual perkawinan misalnya, dihargai ibadah di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.
Keenam, perjalanan ini sangat menantang. Jalannya bergelombang dan penuh duri. Namun itu adalah jalan yang penuh berkah dan sukacita. Namun cara terbaik untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan bermitra (atau kemitraan) antara pasangan. Oleh karena itu, suami istri dalam Islam disebut “zauj”. Dan yang paling baik untuk menggambarkan zauj adalah dengan deskripsi Al-Qur'an: "mereka pakaian untuk Anda dan Anda adalah pakaian untuk mereka". Pakaian itu untuk menutupi kekurangan satu sama lain dalam menghadapi tantangan hidup.
Ketujuh, perjalanan ini adalah perjalanan menuju masa depan yang sesungguhnya. Ada dua hal penting terkait masa depan ini. Pertama, ini tentang generasi masa depan manusia. Pernikahan harus menjadi awal dari langkah itu untuk mempersiapkan generasi yang kokoh dan shalihah (dzurriyah solihah). Dua, pernikahan adalah perjalanan untuk mempersiapkan kehidupan kita di akhirat nanti. Sebagai pasangan yang berkomitmen untuk bersama di dunia ini, mereka harus berkomitmen untuk bersama di Jannah. Insya Allah.***
Kereta Bawah Tanah NYC, 7 Agustus 2023