Oleh : Nunu A Hamijaya
Bagaimana dengan Tjokroaminoto?: Antara Bandung-Cianjur
Pada tahun 1912,Tjokroaminoto mengutus dua orang anggota dari Surabaya untuk menemui tiga orang tokoh di Bandung. Mereka adalah Suwardi Suryaningrat, Abdul Muis, dan A. Wignyadisastra. Suwardi Suryaningrat, yang kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, didapuk menjadi ketua Sarekat Islam Bandung (SI Bandung) dengan Abdul Muis sebagai wakil ketua dan Wignyadisastra sebagai sekretarisnya. Kehadiran SI Bandung ternyata mendapat sambutan hangat dari kalangan masyarakat Bandung saat itu, terbukti ketika beberapa kali mengadakan perkumpulan/rapat akbar, pertemuan tersebut dihadiri oleh banyak massa bahkan dihadiri oleh para pejabat setempat.
Baca Juga: Pemilu Sebagai Sarana Promotor Demokrasi Bagi Anak Muda Zilenial
Tjokroaminoto pertama kali mengunjungi Bandung, sekitar tahun 1916, menjelang Natico I, Juni. Bahkan, antara tahun 1916-1917, beliau pernah berkomunikasi dengan birokrasi bupati Cianjur saat diminta menangani perkara agraria,sehingga sebagai imbal jasanya beliau mendapat tanah sawah di sekitar Ciranjang, dulu termasuk Gununghalu, yang dikenal dengan Blok Tjokro seluas 500 bata. Ia adalah bupati yang mendukung Natico I CSI dan yang menjadi penjamin kepada pihak Gubernur Jenderal Idenburg. Bupati saat itu adalah R.A.A. Wiratanakusumah (1912-1920),yang terkenal sebagai murid langsung Snouck Horgronye saat di Mekkah dan dikenal sebagai Dalem Haji. Pada saat Ziarah ke Mekkah mendapat penghargaan Bintang Istiqlal Klas I dari Raja Arab.Pernah menjabat sebagai Meteri Dalam Negeri pertama RI (1946),dan Wali Negara Pasoendan.
Tjokroaminoto dan KH Usman Dhomiri al Tijaniyyah
Pasca bebas dari penjara (1921), Tjokroaminoto tinggal di rumahnya tokoh syeikh mursyid Tijaniyah, K.H. Ustman Dhomiri di Cimahi. Karena kedekatannya itu, adiknya Cokroaminoto kemudian dinikahkan dengan Usman Dhomiri. Sayangnya, adiknya meninggal sehingga tidak menghasilkan keturunan. KH Usman merupakan tokoh di balik Laskar Hizbullah, dalam catatan sejarah di negeri ini namanya justru tidak pernah disinggung. Dari sejumlah sumber, Laskar Hizbullah justru didirikan atas inisiatif dari KH Wahid Hasyim, tokoh Masyumi, pada 4 Desember 1944.
Nama Jalan HOS TJOKROMANITO
Tahun 2016, Pemkot Bandung di era Ridwan Kamil (2013-2018) melakukan perubahan nama-nama jalan. Warga Bandung pasti tidak akan ngeuh kalau ada yang bertanya Jalan RAA Wiranatakusumah, atau Jalan H.O.S Cokroaminoto. Tapi kalau ditanya Jalan Pasirkaliki atau Jalan Cipaganti, pastinya bakal ngeuh deh tuh jalan posisinya dimana. Padahal baik jalan dengan nama pahlawan dan juga yang bukan itu sebenarnya sama. Kalau Jalan RAA Wiranatakusumah adalah Jalan Cipaganti, sementara Jalan H.O.S Cokroaminoto adalah Jalan Pasirkaliki.***