Oleh : Nunu A Hamijaya
Bagaimana Buku Tetralogi Islam Bernegara karya Nunu A Hamijaya, dkk merupakan perspektif baru historiografi ?
Buku Tetralogi Islam Bernegara tersebut, memiliki ciri pembeda dalam hal :
- Titiknol milestone (tonggak penting) historiografinya berawal dari peristiwa sejarah dan diskursus tentang ZELFBESTUUR,yang artinya ‘Berpemerintahan sendiri’ dalam peristiwa pidato TJOKROAMINTO, pada 18 Juni 1916 sebagai bagian dari agenda NATICO (National Congress) I Central Sarekat Islam (CSI) di Bandung, 17 – 24 Juni 1916.
- Perbedaan perspektif tentang peristiwa PIAGAM JAKARTA dengan penghapusan 7 Kata dalam Mukadimah Piagam Djakarta adalah sebagai ‘terputusnya’ komitmen Islam Bernegara , antara umat islam bangsa Indonesia dengan para pemmpin nasional dalam konteks bangunan kenegaraan yang bernama Negara Republik Indonesia dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Bahwa, secara konstitusional ( UUD), negara RI tidak memiliki tanggungjawab dan kewajiban konstitusional terhadap Syariah Islam sebagai dasar negara dan sumber hukum bernegara dan berbangsa.
- Menempatkan Tafsir Program Azas dan Tandhim PSII sebagai blueprint umum tentang bagaimana sebuah pemerintahan Islam di Indonesia dapat dicapai dengan menjalankan Langkah-langkah program tersebut;
- Memberikan penafsiran terhadap peritiwa bersejarah yang terjadi di Tjisayong dan di Bangka (1948) sebagai dua peristiwa yang bersifat paradoks dan anti-klimaks dari suatu milestone perjuangan revolusi nasional di Indonesia yang digagas dalan kerangka national-state dan Islamic-state antara tahun 1945-1949;
- Memberikan perspektif historiografi dari sudut hubungan dan hukum internasional dan Hukum Tata Negara Darurat (HTND) dari suatu entitas tiga negara yang diproklamasikan sebagai wujud legal standing negara tersebut, yaitu Negara RI (1945), Negara Islam Indonesia (1949) , dan negara RIS (1949).
- Memberikan perspektif baru historiografi tentang Negara Islam Indonesia (NII) dan Umat Islam Bangsa Indonesia (UIBI)
Baca Juga: Nongkrong Cerdas, Kedai Es Ka O Gelar Dialog Pendek (Dialek)
ISLAM yang mana yang dimaksud dalam perspektif baru Historiografi ?
ISLAM yang pertamakali didakwahkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya pada era Khulafaur Rosyidin. ISLAM yang berwujud menjadi sebuah Madinah al Munawaroh. ISLAM yang menurut hadits “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).
Baca Juga: Modus Penipuan Baru, Surat Undangan Whatsapp Ekstensi APK Bisa Kuras Data Pribadi dan Saldo Rekening
بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء
ISLAM yang dikenali saat ini sering disebut sebagai terorisme, anti-tolerasi, fundamentalisme, jihadis, dan memiliki cita-cita tegaknya syariah,negara islam dan kekhilafahan. Dalam skope historiografi Islam sebagaimana dituliskan dalam Buku Tetralogy Islam Bernegara adalah ISLAM- nya kaum pergerakan politiknya TJOKROAMINOTO, S.M. KARTOSUWIRJO, dan M. NATSIR.***