Oleh : Hadi Sutrisno, SE
Ada pepatah mengatakan seperti ini...
"Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk merubah dunia"
IPM adalah indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk ).
IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar:
1. Umur panjang dan hidup sehat
2. Pengetahuan
3. Standar hidup layak
Pendidikan akan menjadi salah satu indikator yg paling penting di dalam meningkatkan Kualitas Hidup Manusia, dan warga masyarakat nya.
Baca Juga: Waw, PPATK Sebut Ada Penarikan Sampai Ratusan Milyar dan Bantah Blokir Semua Rekening Al-Zaytun
Bagaimana suatu daerah seperti Kabupaten Cianjur bisa meningkatkan Kualitas Hidup Warga nya kalau yang digenjot di dalam peningkatan kualitas pendidikan nya adalah melalui lembaga PKBM dgn program penyetaraan pendidkkan Paket A,Paket B,dan Paket C...??
yang mayoritas tanpa perlu melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara maksimal,hanya mengikuti kegiatan belajar beberapa hari atau minggu saja dan ujian paket nya..dan Lulus.
Ini bukan Kualitas tetapi Kuantitas saja.
sungguh ironi kalau Program pendidikan melalui PKBM ini menjadi ujung tombak dalam peningkatan IPM..
sampai kapanpun juga Cianjur akan tetap di posisi terendah..karena kualitas hidup warga nya akan tetap rendah..dan sangat rendah..
Saran saja,
PKBM sebaik nya dihapus saja utk penyetaraan Paket nya dan diganti dgn Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) melalui Program.Sertifikasi Penyetaraan atau Pengakuan nya yang dilaksanakan oleh sebuah Lembaga Sertifikasi..
hasilnya akan sangat bagus dan warga nya akan Kompeten sehingga kualitas hidup warga nya akan meningkat dan IPM otomatis akan naik.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, KPK Gaungkan 'Hajar Serangan Fajar'
Walaupun saat ini Kebijakan tentang RPL ini hanya utk pengakuan penyetaraan di Perguruan Tinggi saja,tetapi mungkin bisa juga dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi..