opini

Memaknai Keberkahan Ramadan - 05

Senin, 27 Maret 2023 | 05:24 WIB
Memaknai Keberkahan Ramadan - 05 (net)

4. Semua dosa itu terbuka untuk diampuni, kecuali syirik yang terbawa mati. Dan karenanya ayat ini mendeklarasikan bahwa “sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa”. Karena memang itulah Allag yang “Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dari semua ini dipahami bahwa ampunan Allah itu adalah bentuk rahmahNya yang terbesar. Hanya dengan ampunanNya seorang hamba akan masuk syurga. Dan hanya dengan rahmatNya seorang hamba akan diampuni.

Cerita seorang pembunuh 99 orang adalah contoh lain dari kasih sayang Allah SWT. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bahwa seorang pemuda telah membunuh 99 orang. Lalu mendatangi seorang ahli ibadah dan bertanya kira-kira Allah masih akan mengampuninya?

Sang ahli ibadah itu menjawab bahwa dia tidak akan diampuni lagi dengan dosa sebesar itu. Jangankan membunuh 99 orang. Membunuh seorang saja dosanya bagaikan membunuh seluruh umat manusia.

Mungkin karena prustrasi dan marah, sang pemuda itu juga membunuhnya. Kini iya genap membunuh 100 orang. Tapi kenginan untuk diampuni masih ada dalam hatinya. Dia pun berjalan hingga ketemu dengan ahli ilmu dan bertanya apakah Allah masih mengampuninya?

Mendengar itu sang ahli ilmu teringat dengan ayat tadi, “Wahai hamba-hambaKu jangan berputus asa dari Rahmat Allah...sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa”.

Singkatnya, pemuda itu diarahkan untuk berangkat ke sebuah kampung dan bergabung dengan penghuni kampung itu beribadah kepada Allah SWT. Di tengah jalan dia meninggalkan dunia. Malaikat syurga dan neraka pun berebut untuk menjemputnya.

Namun Allah dengan RahmatNya dan kasihNya Allah mengabulkan keinginannya untuk diampuni. Dia telah membunuh 100 orang. Tapi karena komitmen dan usahanya untuk diampuni dan karena kasih sayang Allah, sang pemuda itu diampuni dan masuk syurga.

Berbagai hadits menyampaikan bentuk kasih sayang Allah dalam pengampunanNya. “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum suara terakhir keluar dari tenggorokannya (maa lam yugharghir)”.

Bahkan Allah membuka pintu magfirahNya di malam hari bagi pendosa di siang hari. Dan membuka pintu magfirahNya di siang hari bagi pendosa di malam hari. Pintu maaf pun terbuka hingga terbitnya matahari dari barat (Kiamat).

Kisah seorang teman Afro Amerikan, Imam Ayub Abdul Baqi, yang ibunya begitu benci dengan Islam dan Muslim. Tapi akhirnya meninggal dalam kasih sayang Allah dan magfirahNya. Imam Abdul Baqi asalah Imam yang gigih memperjuangkan hak-hak sipil komunitas Muslim Amerika di kota New York.

Kisahnya bermula ketika beliau masuk Islam. Beliau ketika itu masih muda. Karena marah kepada anaknya, Ibu Imam Ayub mengusirnya dari rumah. Sejak itu sang Ibu tidak pernah lagi mau menerimanya kembali ke rumah itu.

Imam Ayub mencari kerja, belajar Islam bahkan menjadi Imam dan menikah. Beliau dikaruniai beberapa anak. Beliau kemudian sengaja mengirimkan anaknya untuk menengok neneknya. Sang nenek ternyata jatuh hati kepada cucu-cucunya. Tapi tetap membenci anaknya, Imam Ayub.

Singkat cerita sang Ibu sakit keras dan masuk rumah sakit. Berhari-hari Imam Ayub menunggui ibunya di rumah sakit. Hingga di waktu-waktu menjelang sakratul maut, Imam Ayub memeluk ibunya, menangis dan menyampaikan hal ini: “Ibuku, saya cinta Ibu. Saya tidak bisa membayar jasamu kepadaku. Hanya satu hadiah yang ingin saya berikan kepadamu, Ibuku”.

Sambil memeluk Ibunya, Imam Ayub dengan suara pelan membisikkan: Asy-hadu anlaa ilaaha illallah wa asy-hadu anna Muhammadan Rasulullah”.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB