Ketika rasa adil hilang dalam perkara-perkara yang paling dekat dengan kehidupan, seluruh bangunan politik kehilangan fondasinya, seberapa pun megahnya ia tampak dari luar.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan soal menguasai keadaan, melainkan menjaga agar negara tidak kehilangan dirinya sendiri di tengah keadaan yang berubah cepat.
Sebab negara tidak jatuh ketika menghadapi krisis. Negara jatuh ketika kehilangan arah, kehilangan kepercayaan, dan kehilangan disiplin untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Yang dibutuhkan negara bukan janji kesempurnaan, melainkan kesiapan untuk tetap tegak dalam ketidakpastian menjaga hal yang esensial ketika stabilitas di sekelilingnya melemah, dan bertindak dengan kejernihan ketika tekanan meningkat.