opini

PMII dan Secangkir Kopi

Minggu, 11 Januari 2026 | 09:55 WIB
Riyan Zaenur Anwar (Bendahara Umum PC PMII Cianjur)

Oleh: Riyan Zaenur Anwar (Bendahara Umum PC PMII Cianjur)

Disudut kota, di warung sederhana dekat kampus, secangkir kopi sering menjadi saksi bisu lahirnya gagasan besar.

Bagi kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kopi bukan sekedar pengusir ngantuk akan tetapi kopi bagian dari penyampaian nilai-nilai keadilan, kebenaran dan kejujuran kemudian menjadikan medium kebersamaan, refleksi untuk pergerakan.

PMII lahir dari pemikiran kritis dan semangat perubahan. Nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah, keislaman, ke Indonesia an dan kemahasiswaan tidak hanya dibahas di ruang-ruang formal saja seperti kegiatan kaderisasi dan konferensi cabang.

Nilai nilai itu justru sering menemukan maknanya di meja kopi, ketika disksusi mengalir tanpa batas.

Secangkir kopi mengajarkan kesederhanaan, rasanya pahit namun jujur seperti realitas sosial yang kerap dibahas kader PMII: ketidak adilan, kemiskinan, krisis moral dan problem pendidikan.

Kopi tidak pernah menipu rasanya, sebagaimana kader kader PMII dituntut untuk jujur membaca realitas dan berani menyuarakan kebenaran.

Di tengah kepulan asap roko dan denting sendok kecil, lahir dialektika kader kader muda belajar berdialog, mendengar, dan menghargai pendapat. Lebih dari itu, kopi juga merepresentasikan kedekatan PMII dengan rakyat.

Warungkopi adalah ruang publik paling jujur apalagi melihat KUHP Hari ini semakin mempersempit untuk para kaum civil society, tempat mahasiswa, buruh, petani dan pedagang duduk sejajar.

Di sanalah kader PMII belajar mendengar langsung suara masyarakat, bukan hanya membaca teori. Dari obrolan sederhana itulah lahir kesadaran bahwa intelektual sejati harus berpihak dan membumi.

PMII dan secangkir kopi pada akhirnya adalah tentang kesederhanaan yang bermakna.

Tentang merawat nalar kritis tanpa kehilangan kehangatan persaudaraan, tentang perjuangan yang tidak selalu dilakukan di mimbar megah, tetapi juga di bangku kayu kopi, dengan hati yang jujur dan pikiran yang terbuka.

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB