opini

Berbeda Satu Cinta

Rabu, 25 Juni 2025 | 17:00 WIB
Sepasang pria dan wanita berpakaian sopan saling menjaga pandangan, menggambarkan cinta yang dijaga dalam batas syariat (Freepik)

Cinta bukan sekadar kata manis dalam puisi. Ia adalah sistem kehidupan yang kalau dicabut, maka yang tersisa hanya kekacauan. Tanpa cinta, kekuasaan jadi tirani.

Tanpa cinta, hukum jadi alat balas dendam. Tanpa cinta, politik jadi panggung sirkus berdarah. Dan tanpa cinta, agama hanya jadi ritual kosong, nyaring di mulut, hampa di hati.

Nietzsche pernah menyindir, “Manusia menciptakan Tuhan dalam gambarnya sendiri.” Mungkin benar. Karena kini banyak yang menyembah Tuhan yang suka murka, benci, dan memihak kelompok tertentu saja.

Tuhan versi mereka bukan sumber cinta, tapi sumber kutukan. Seolah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak lagi relevan.

Yang menyedihkan, perang demi perang terus dirayakan sebagai kemenangan. Padahal kemenangan di atas tumpukan mayat bukanlah kejayaan, tapi kegagalan kemanusiaan.

Tak peduli siapa yang lebih dulu menyerang. Tak peduli siapa yang lebih dulu diserang. Yang pasti, semua kehilangan.

Penyair sufistik Yunani-Romawi pernah menulis, “Jika kau menusuk seseorang karena luka yang ia toreh padamu, kau tidak sedang menyembuhkan luka, tapi mewariskannya.”

Begitulah dendam bekerja. Ia melahirkan generasi baru yang belajar benci sebelum mereka belajar baca.

Maka jika dunia hari ini penuh reruntuhan, jangan cari kambing hitamnya terlalu jauh. Kita semua bersalah.

Kita membiarkan cinta dilenyapkan dari pendidikan, dari khutbah, dari rumah, dari berita, bahkan dari doa-doa kita.

Kita mengajari anak-anak menghafal perbedaan, tapi lupa menanamkan kasih. Kita memuja kecerdasan, tapi alergi pada kelembutan.

Sudah waktunya kita bertanya, bukan siapa yang menang dan siapa yang kalah, tapi siapa yang masih punya cinta?

Karena jika cinta terus diasingkan, maka neraka yang kita takuti nanti, bisa jadi sedang kita bangun di sini, satu peluru menabung satu kebencian.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB