opini

Merajut Keimanan dan Membangun Kemaslahatan

Rabu, 25 Juni 2025 | 14:00 WIB
Gambar ilustrasi Sujud Sahwi (pexels.com/@Alena Darmel)

Disarikan oleh Bustanul Arifin

Kita lanjutkan pembahasan Surat Al-Mulk ayat 12-18. Mari kita awali dengan Ummul Kitab, Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Mulk ayat 12-18:

“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah), Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang? Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku. Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!”

Menggapai Ampunan dan Pahala Besar dari Allah SWT

Dalam ayat-ayat Surat Al-Mulk ini, Allah SWT menjelaskan balasan bagi orang-orang beriman dan bertakwa yang penuh pengabdian. Mereka akan mendapatkan dua anugerah besar: ampunan dari Allah SWT yang membersihkan mereka dari segala kesalahan, serta pahala yang sangat besar (agung) berupa surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak.

Orang-orang yang memiliki lifestyles "khash-yah" adalah mereka yang mencintai dan dekat kepada Allah SWT, sehingga berusaha semaksimal mungkin melaksanakan segala perintah-Nya. Mereka juga takut kepada Allah SWT, berusaha mengendalikan diri agar tidak melakukan perbuatan tercela. Niat dan kesungguhan ini, terutama dalam menghadapi tantangan besar, akan dinilai tinggi oleh Allah SWT.

Predikat "khash-yah" ini juga dilekatkan pada ulama dalam arti sebenarnya. Ulama yang baik adalah mereka yang banyak memberikan manfaat kepada masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran. Perhatikan dua ayat yang secara eksplisit membahas tentang ulama:

Surat As-Syu’ara’ ayat 197: "Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?" Ulama di sini digambarkan sangat dekat dengan masyarakat, menjawab pertanyaan dan kebutuhan mereka, serta bergaul dengan masyarakat luas.

Surat Fathir ayat 28: "Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun."

Ulama bukanlah sekadar mereka yang memiliki ilmu tinggi, tetapi mereka yang dekat dengan masyarakat dan pengetahuannya mengantarkan masyarakat untuk dekat dengan Allah SWT. Orang yang masuk predikat "khash-yah" ini lebih tinggi dari orang yang hanya berilmu pengetahuan namun tidak mengamalkannya. Pengetahuan yang dimaksud tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu alam, penciptaan langit dan bumi, biologi, kimia, fisika, ekonomi, dan sebagainya.

Mewujudkan Sifat "Khash-yah" dalam Diri

Bagaimana cara menjadikan diri kita memiliki sifat "khash-yah" yang akan mengantarkan pada ampunan dan pahala besar dari Allah SWT? Perhatikan Surat Al-Baqarah 151-152: "Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui. Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

Kita perlu berusaha melakukan ini:

Tilawatul Ayah: Biasakan membaca Al-Quran setiap waktu atau setiap hari, sesedikit apa pun. Alokasikan waktu dalam 24 jam untuk membaca ayat-ayat Al-Quran secara serius. Kemudian, berusahalah mengamalkan isi dan kandungannya, serta meninggalkan larangan dan melaksanakan perintah Allah SWT.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB