opini

Mutiara Pagi: Proxy War (Bagian 1878)

Sabtu, 21 Juni 2025 | 08:55 WIB
Perang proxy atau proxy war, tidak melibatkan para pihak yang berseteru, tetapi menggunakan pihak ketiga. Indonesia bisa jadi lokasinya. (Pixabay/S. Hermann & F. Richter )

Ada gaya hidup para pengecut
Cukup memanfaatkan para pengikut
Ketika badai datang
Mereka segera menghilang

Tak ingin tangannya kotor
Tak perlu ikut bertempur
Hanya perlu orang lain percaya
Untuk mengikuti semua perintahnya

Sebuah seni kejahatan
Dengan cara meminjam tangan
Sementara aktor utamanya
Cukup duduk manis di singgasana

Yang sangat menggelikan
Bukan siapa yang memenangkan
Tapi saat pion-pion saling menghancurkan
Ia pun menyeruput kopi sambil dangdutan

Dengan taktik yang licik
Sengaja diciptakan sejumlah konflik
Dengan cara menghujat di ruang publik
Namun tampilan seperti orang yang baik

Lalu dengan gagah ia menuding
Orang lain sebagai sumber masalah
Padahal tak ubahnya maling teriak maling
Menggambarkan seseorang yang haus darah

Malang, 21 Juni 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB

Menenun Kebangkitan Adab

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB