opini

Mutiara Pagi: Potret Buruh (Bagian 1827)

Kamis, 1 Mei 2025 | 07:58 WIB
Ilustrasi buruh seperti robot produksi (Dailynotif.com)


Selamat Hari Buruh, Kawan

Ini potret buruh
Bukan lukisan di gedung parlemen
Meski bekerja dengan sungguh-sungguh
Namun rumah sempit berlantai semen

Keringatnya adalah tinta
Menulis kemakmuran orang lain
Lewat tangannya hadir sejumlah karya
Namun dihargai tak lebih selembar kain

Setiap hari menyalakan hati
Yang digerakkan oleh upah minimum
Demi sesuap nasi buat anak dan istri
Agar mereka selalu bisa tersenyum

Mereka telah diikat
Oleh aturan yang tidak mereka tulis
Supaya mereka selalu taat
Membuat majikan tersenyum manis

Inilah potret buruh
Yang dibatasi oleh dua pilihan
Kerja keras dan sunggung-sungguh
Atau lebih memilih kelaparan

Jam kerja mereka
Lebih panjang dari doa makan si majikan
Sementara kesejahteraan yang ada
Sekadar mencukupi kebutuhan minum dan makan

Malang, 1 Mei 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB