Oleh: Rekza Maulana Hikmat (Kader PMII Universitas Suryakancana)
Desa Sukamulya di Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, menghadapi tantangan serius terkait akses dan infrastruktur.
Meskipun berada di area yang relatif terisolasi, masyarakat setempat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi jalan dan fasilitas umum.
Rekza Maulana Hikmat, seorang pemuda dari Desa Sukamulya dan juga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan kekhawatirannya tentang kondisi jalan yang sangat buruk dan tidak layak digunakan.
Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat tetapi juga berdampak pada akses kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Beberapa isu khusus yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sukamulya termasuk:
1. Akses Kesehatan: Jarak yang jauh ke pusat kesehatan terdekat (Puskesmas) membutuhkan waktu sekitar 2 jam, ditambah dengan kondisi jalan yang buruk dan tidak adanya fasilitas kesehatan yang memadai di desa tersebut
2. Keterbatasan Fasilitas Kesehatan: Tidak adanya ambulance di Desa Sukamulya sangat menghambat upaya kesehatan, terutama dalam situasi darurat
3. Akses Pendidikan dan Ekonomi: Kondisi jalan yang buruk juga berdampak pada akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat Desa Sukamulya berharap bahwa pemerintah dapat memberikan perhatian khusus untuk memperbaiki infrastruktur desa mereka, terutama dalam hal jalan dan fasilitas kesehatan.
Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang bagi kemajuan desa.