opini

Investasi Terbesar dan Warisan Tak Ternilai yang Mengguncang Keabadian!

Rabu, 8 Januari 2025 | 17:43 WIB
Liburan Seru di Wisata Alam Gunung Gendis Pasuruan (Foto :Rivan Setyawan)

5. *Memperbanyak Zikir*

Zikir adalah amalan ringan yang memiliki keutamaan besar. Dengan zikir, hati menjadi tenang dan dekat dengan Allah.

Didalam al-Qur’an Allah berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ
"Orang-orang yang beriman dan hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah."
(QS. Ar-Ra'd: 28)

Zikir adalah sarana untuk mengingat Allah dan menyucikan hati. Ia juga menjadi penghapus dosa-dosa kecil yang sering kali tidak disadari.

6. *Membantu Sesama*

Salah satu bentuk amal saleh yang sangat dianjurkan adalah membantu orang lain yang membutuhkan.
Allah berfirman di dalam al-qur’an:
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا
"Barang siapa menyelamatkan nyawa seorang manusia, seakan-akan ia telah menyelamatkan seluruh manusia."
(QS. Al-Maidah: 32)

Membantu sesama tidak hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sebab keberkahan hidup bagi pelakunya.

Imam Hasan Al-Bashri dalam satu kesempatan pernah berkata:
"Memberikan kemudahan bagi sesama adalah ibadah yang paling mulia."

Kebaikan yang dilakukan kepada sesama akan kembali kepada pelakunya dalam bentuk keberkahan dan pahala yang melimpah.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa amal saleh seperti istighfar, membaca Al-Qur'an, tahajud, zikir, doa, dan membantu sesama adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang membawa manfaat besar bagi pelakunya. Tidak hanya menghidupkan hati, amalan-amalan ini juga menjadi sarana penghapusan dosa dan penambah pahala.

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan ini agar hidup kita tidak hanya bermakna bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Dengan demikian, kita dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

*PENUTUP / KESIMPULAN*

Hidup adalah serangkaian misteri yang Allah titipkan kepada manusia sebagai amanah, sebuah perjalanan yang bermula dari ketiadaan dan berakhir pada keabadian.

Di antara awal dan akhir itu, manusia diberi waktu, waktu yang terus berjalan tanpa henti, tanpa peduli apakah kita telah memanfaatkannya atau justru menyia-nyiakannya. Ketika semua telah berlalu, hanya satu yang akan tetap abadi bersama kita: amal saleh.

Amal saleh adalah nafas kehidupan yang sejati. Ia adalah pelita yang menerangi kegelapan dunia dan akhirat.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB