opini

Pesan Alam dan Kehidupan dibalik Rahasia Menakjubkan

Selasa, 7 Januari 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi Geopark, atau taman bumi, menjadi bukti bahwa alam Sumbar menyimpan keajaiban yang tak ada duanya. (Pixabay/Atlantios)

2. Pilih Aktivitas Halal
Hindari hiburan yang melanggar syariat, seperti musik yang berbau hura-hura dan joget-joget eforia yang tidak terkontrol yang dapat mengandung maksiat atau permainan yang melalaikan shalat dan ibadah serta melupakan Pencipta Allah Rabbul Jalil.

3. Tidak Berlebihan
Allah berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Dan makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
(QS. Al-A’raf: 31)

Sehingga dengan demikian wahai saudara-saudaraku yang Al-fakir cintai kerena Allah , mari kita jadikan Refreshing sebagai Jalan Menuju Ketenangan Hakiki

Refreshing adalah bentuk kesyukuran atas nikmat hidup yang Allah berikan. Dengan menyegarkan diri, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Semoga kita mampu memanfaatkan waktu dengan bijak, menjaga keseimbangan hidup, dan senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

*PENUTUP/ KESIMPULAN.

Hidup adalah anugerah yang tiada tanding, dan setiap detiknya adalah lembaran nikmat yang Allah bentangkan bagi hamba-Nya. Dalam arus kesibukan dunia, refreshing bukan hanya sekadar kebutuhan, melainkan wujud nyata dari kesyukuran atas nikmat yang tak terhingga.

Menyegarkan tubuh, menenangkan jiwa, dan merenungi alam adalah cara kita memberikan hak kepada tubuh dan jasad, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. dan para salafusshalih. Rasulullah SAW.bersabda:
إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
"Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Spirit kesyukuran itu terpancar ketika kita memenuhi hak tubuh dengan istirahat yang cukup, hak pikiran dengan ketenangan, dan hak hati dengan dzikir yang mengingat Allah. Rasulullah SAW, dalam hidupnya yang penuh dengan perjuangan, tidak pernah melupakan keseimbangan antara tugas-tugas berat sebagai seorang Nabi dengan waktu untuk menyegarkan diri.

Beliau berkumpul dengan keluarga, menikmati alam, dan bahkan bersenda gurau bersama sahabat-sahabatnya sebagai bentuk penghargaan terhadap tubuh dan jiwa.

Kesyukuran dalam Tindakan
Spirit kesyukuran ini pula yang tercermin dalam kehidupan para sahabat dan ulama salaf. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, meski dikenal tegas dan disiplin, tetap meluangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati suasana tenang bersama keluarga dan sahabat. Begitu pula dengan Abdullah bin Abbas, seorang ulama besar yang sering merenungi keindahan ciptaan Allah sebagai sarana untuk menyegarkan pikirannya yang lelah dengan ilmu. Sebagaimana Allah berfirman:
وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
"Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tubuh adalah amanah yang harus kita jaga. Memberikan hak kepada tubuh dengan refreshing adalah bagian dari ibadah, sebuah wujud kesyukuran yang nyata atas karunia kesehatan dan kehidupan yang Allah titipkan.

Jalan Menuju Kesempurnaan Syukur
Kesyukuran sejati tidak hanya terucap dalam lisan, tetapi juga terwujud dalam tindakan. Ketika tubuh diberi hak untuk beristirahat dan menyegarkan diri, ia akan kembali kuat untuk menjalani ibadah dan tanggung jawab dengan lebih baik.

Ketika pikiran diberi waktu untuk merenung, ia akan lebih jernih untuk memahami hikmah dari setiap peristiwa. Dan ketika hati diajak untuk berdzikir, ia akan semakin dekat kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW.bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah."
(HR. Muslim)

Mukmin yang kuat adalah mereka yang menjaga keseimbangan dalam hidupnya, memberikan hak kepada tubuh dan jiwa untuk menyegarkan diri agar tetap kuat dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.

Maka, izinkanlah saya Al-fakir ini menyapa wahai saudara-saudaraku yang tercinta yang mencari dan merindukan ketenangan, jadikanlah refreshing sebagai sarana untuk bersyukur atas nikmat kehidupan ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB