opini

Membangun Kesederhanaan Duniawi dan Keterpautan Hati pada Akhirat

Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:00 WIB
Kisah jin dalam Alquran adalah suatu kisah nyata yang menyatakan keberadaan makhluk lain selain manusia, hewan, dan tumbuhan. Ada malaikat, jin, serta alam akhirat nantinya. (YouTube Tafakkur Fiddin)

Zuhud adalah sikap untuk melihat dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan sebagai tujuan yang hakiki. Allah SWT berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ..."
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megahan antara kamu, serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak-anak..."
(QS. Al-Hadid: 20)

Dunia pada hakikatnya hanyalah tempat persinggahan sementara. Orang yang zuhud memiliki kesadaran mendalam bahwa apa yang dimiliki di dunia tidak akan dibawa ke akhirat, sehingga ia memanfaatkan dunia untuk bekal kehidupan yang kekal.

Dalil Hadits: "ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبُّوكَ."
"Jadilah zuhud terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan jadilah zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia akan mencintaimu."
(HR. Ibnu Majah)

2. Ciri-Ciri Orang yang Zuhud

a. Tidak Terpesona dengan Harta Dunia

Orang yang zuhud memandang harta sebagai amanah, bukan tujuan hidup. Mereka tidak terpesona oleh kemewahan dunia, karena menyadari bahwa segala yang ada di dunia hanyalah sementara dan tidak dapat dibawa ke akhirat.

Dalil Al-Qur'an: "قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى..."
"Katakanlah, 'Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa...'"
(QS. An-Nisa: 77)

b. Mengutamakan Kehidupan Akhirat

Seorang zuhud selalu mengutamakan akhirat dalam segala tindakan, karena dunia hanyalah sarana untuk mengumpulkan bekal bagi kehidupan akhirat yang kekal.

Dalil Al-Qur'an: "وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا..."
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi..."
(QS. Al-Qasas: 77)

c. Qana’ah (Merasa Cukup dengan Apa yang Dimiliki)

Salah satu ciri utama orang zuhud adalah sifat qana’ah, yaitu merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Mereka tidak mengejar kemewahan dunia atau iri dengan apa yang dimiliki orang lain.

Dalil Hadits: "لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ."
"Kekayaan bukanlah banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah hati yang merasa cukup."
(HR. Bukhari dan Muslim)

d. Tidak Berlebihan dalam Kesenangan Dunia

Zuhud mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan duniawi. Orang zuhud menjalani hidup dengan sederhana dan tidak berlebihan dalam kesenangan atau kenikmatan dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB