Seburuk apa pun perilaku seseorang
Percuma kalau kita terus-terusan meradang
Hanya membuang-buang energi
Hanya menambah rasa benci
Bisa, diperbaiki
Tidak bisa, jangan sakit hati
Tugas kita hanya satu
Yang baik kita tiru
Karena halaman demi halaman
Yang sudah ia tulis
Semua ada pertanggungjawaban
Pahit atau pun manis
Jika pengadilan di dunia
Masih bisa masuk angin
Namun pengadilan sesudahnya
Tidak bisa dibuat main-main
Lakukan apa yang bisa kita lakukan
Kerjakan apa yang bisa kita kerjakan
Jangan gara-gara dia pakai dasi
Kemudian kita gantung diri
Satu tangan yang baik
Suatu saat akan bisa mengubahnya
Meski seribu tangan yang licik
Selalu berusaha untuk menghalanginya
Takdir tak pernah tidur
Tidak akan bisa diatur
Walaupun doa bisa mengubahnya
Tapi bukan doa sembarang manusia
Malang, 14 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia
Gerakan Menuju Kemandirian Pangan
Manisnya Iman
Mutiara Pagi: Tanggapi dengan Senyum (Bagian 1639)
Peresmian Istana Negara di Ibu Kota Nusantara
Menggugat Tata Ruang Pertanian
Rebutan Panggung
Siksaan yang Paling Ringan di Neraka
Mutiara Pagi: Segerombolan Semut (Bagian 1640)
Yuk Hadir ke Acara Monolog Tjitjih Wiarsih (Juag Tjitjih)