Haruskah ada caci maki
Dalam menyikapi beda pandangan
Ataukah tidak cukup toleransi
Dalam menerima perbedaan
Seperti Sayyidina Ali contohkan
Dengan sikap kerendahatian
Ada pertanyaan yang cukup kritis
Disampaikan kepada Sayyidina Ali
Dari seorang atheis
Tentang kehidupan sesudah mati
Wahai Ali, si atheis bertanya
Bagaimana jika akherat tidak ada
Surga dan neraka tidak ada
Hisab juga tidak ada
Bukankah engkau telah rugi
Sia-sia ibadah yang kaujalani
Harus bersusah payah
Engkau melakukan ibadah
Menaati perintah Tuhan
Yang setiap hari engkau lakukan
Kemudian Sayyidina Ali berkata
Menurutmu apakah hanya engkau yang beruntung
Aku pun sangat beruntung
Seandainya akherat tidak ada
Surga dan neraka tidak ada
Hisab juga tidak ada
Karena apa yang aku lakukan
Tidak perlu ada pertanggungjawaban
Setelah terjadinya kematian
Seandainya kata-kataku benar
Bahwa akherat itu ada
Surga dan neraka itu ada
Hisab itu juga ada
Aku tetap beruntung
Sedangkan engkau tidak
Kamu tidak beruntung
Karena sikap yang selalu menolak
Si Atheis lalu merenungkan
Apa yang Sayyidina Ali katakan
Kemudian ia berkata
Wahai Ali, apa yang katakan memang benar adanya
Malang, 8 Oktober 2024
Salam sehat,
M. Sinal