opini

Hubungan Aswaja dan PMII

Senin, 7 Oktober 2024 | 02:00 WIB
Dede Nirna, kader PMII Cianjur (Foto: Dede for Journalnusantara.com)

Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja) sendiri adalah teologi klasik yang telah melembaga di lingkungan NU. Klaim ini secara normatif berakar dari berbagai riwayat hadis Nabi tentang firqah umat Islam sepeninggal Nabi. Seperti juga disinggung dalam salah satu hadis, karakter utama dari kelompok ini adalah konsistensinya mengikuti sunnah-sunnah Nabi dan para sahabat atau salaf al-shalih (ma ana `alayh wa ashhabi).

Sebagai poros kaderisasi NU, PMII memiliki hubungan historis, sosiologis dan kultural dengan NU. Sebenarnya NU juga telah bergerak dari kesadaran ini dengan menyatakan Aswaja sebagai manhaj al-fikr. Hanya saja, masih perlu perumusan epistemologis yang lebih mapan tentang bagaimana aktualisasinya dalam berbagai dimensi kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, mapun bidang yang lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB