Dari ‘Adi bin Hatim Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.” (HR. Bukhari & Muslim)
Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits
1️⃣ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda,
الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Tutur kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Ahmad)
2️⃣ Ketika orang yang jahil berkata kasar pada mereka -‘ibadurrahman-, mereka membalasnya dengan perkataan yang ‘sadaad’ (baik). (Zaadul Masiir, 6/101)
✅ Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata,
لا يجهلون على أحد ، وإِن جهل عليهم حَلُموا
“Mereka ‘ibadurrahman tidak menjahili (berbuat nakal pada orang lain). Jika dijahili, mereka malah membalasnya dengan sikap lemah lembut.”
✅ Maqotil bin Hayyan berkata, “Mereka membalasnya dengan perkataan yang tidak mengandung dosa.” (Zaadul Masiir, 6/101)
✅ Sa’id bin Jubair berkata, “Mereka membalas (kejelekan) dengan perkataan yang baik.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/321)
✅ Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Jika orang jahil mengajak bicara mereka yaitu dengan kejelakan, mereka tidak membalasnya dengan semisalnya. Bahkan mereka memberi maaf dan tidak membalas kecuali dengan kebaikan.