opini

Toleransi Tidak pada Tempatnya

Sabtu, 7 September 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi toleransi (Unsplash/Duy Pham)

Oleh: Ainur Rafiq Saleh

Di zaman dahulu, seorang penjaga menara pantai bekerja di sepanjang pantai berbatu karang. Setiap bulan ia mendapat pasokan minyak untuk menyalakan lampu menara agar kapal-kapal ridak mendekati pantai berkarang tersebut.

Karena ia berada tidak terlalu jauh dari pantai, orang-orang sering mengunjunginya.

Di suatu malam, seorang wanita dari kampung sebelah datang meminta sedikit minyak untuk keperluan keluarganya. Tidak lama setelah itu seorang bapak mendatanginya dan meminta sedikit minyak darinya untuk menyalakan lenteranya. Kemudian datang lagi seorang lelaki meminta sedikit minyak untuk meminyaki roda sepedanya. Demikianlah setiap permintaan selalu dipenuhi sehingga persediaan minyak di akhir bulan tidak mencukupi kebutuhan. Tiba-tiba lampu menara padam hingga di malam itu banyak kapal hancur nenabrak karang dan memakan banyak korban.

Ketika diinvestigasi, sang penjaga menara merasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi. Sekalipun berkali-kali sang penjaga pantai meminta maaf tetapi selalu diingatkan: "Kami beri kamu minyak untuk menjaga agar lampu menara tetap menyala, bukan untuk dibagikan kepada orang-orang".

Pesan Moral:

Di dalam setiap aspek kehidupan selalu ada "garis merah" (red line) yang tidak boleh dilanggar, demi tegaknya kemaslahatan besar dan tegaknya nilai-nilai utama yang terkait aspek tersebut. Sekalipun demikian, ruang toleransi yang ada selalu lebih luas dibanding "garis merah" yang ditetapkan.

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB