opini

Mutiara Pagi: Yang Maha Mengakhirkan (Bagian 1601)

Minggu, 1 September 2024 | 11:27 WIB
Gambar pekerja Arab Saudi berteduh dari sinar matahari terik di tengah cuaca ekstrem (Jurnal Tinta/Egi Nurcahyani)

Penampilan bisa menipu
Karena isi hati tiada yang tahu
Tampak luar bukan jaminan
Meski tidak mustahil jadi cerminan

Dalam realita kehidupan
Tak mungkin bisa dihindari
Sehingga dibutuhkan pengertian
Pada saat semua itu terjadi

Ada kata-kata yang sederhana
Yang perlu kita jaga:
Jangan sampai kehilangan
Karena telat menghargai
Sehingga tiada lagi kepercayaan
Yang tersisa saling mencurigai

Sabar dan mengalah
Bukan berarti kalah
Bisa menjadi lebih terhormat
Bahkan solusi yang tepat

Jalaluddin Rumi berpetuah
Dalam menghadapi masalah:
"Perkecillah dirimu,
kau akan tumbuh lebih besar dari dunia.
Tiadakan dirimu,
jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata

Dalam keadaan marah dan murka
Jadilah seperti orang mati
Menutup lisan tidak berbicara
Agar tercipta kelembutan hati"

Bukankah Tuhan telah mengakhirkan
Kemurkaan dibanding kemurahan
Supaya manusia memahami
Kasih sayang yang Tuhan beri

Malang, 1 September 2024
Salam sehat,

M. Sinal

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB