Oleh: Fahrur Rozi
Memiliki hubungan pertemanan yang baik dan sehat tentunya bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Secara tidak langsung, hal ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup.
Sayangnya, kondisi ini cenderung sulit untuk diciptakan. Tak jarang malahan banyak grup WA yang justru penuh caci maki dan propaganda kebencian dan Rasisme beracun.
Grup WA seperti ini bisa membuat orang yang terlibat terasa sengsara karena beban fisik dan emosional yang diterima.
Pasalnya, diskusi yang tidak sehat penuh dengan adu domba beracun identik dengan penyebaran ujaran kebencian, permusuhan, kekerasan fisik dan berita hoax sampah murahan
Sudah saatnya kita meninggalkan grup WA yg penuh caci maki, menjaga lingkungan kewarasan adalah satu hal yang membuat hidup kalian tenang tentram.
Tinggalkan mereka yang nggak bahagia dan suka kepo banget ingin ikut campur pada hidup orang lain.
Entah itu selalu kepo terhadap apa yang orang lain lakukan, terhadap pencapaian dan permasalahan yang bukan urusan diri kita sendiri, yang sibuk dengan caci maki nasab orang lain.
Mari memfokuskan Pikiran Pada Hal yang Positif Saja, Setiap orang punya tugas dan urusannya masing-masing.
Janganlah kita jadi sibuk mengurusi urusan orang. Kita lebih baik fokus kepada urusan kita sendiri daripada Ikut campur urusan polemik nasab orang lain yang akan memicu penyakit hati atau mengakibatkan dosa ghibah.
Sifat selalu ingin tahu atau ikut campur urusan orang lain hanya menghasilkan prasangka dan mengarah pada perbuatan menggunjing yang dilarang dalam Islam.
Allah SWT berfirman:
لا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." (QS An Nisa ayat 114)