opini

Renungan Nasab

Sabtu, 6 Juli 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi : Nasab dan Garis Keturunan Nabi Muhammad SAW (freepik.com/freepik)

Ketika Fathimah binti Rasulillah SAW wafat (enam bulan pasca wafatnya Sang Ayah), ada empat orang yang memikul jenazahnya.

Yakni Suaminya (Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib), dua putranya Sayyidina Hasan dan Husein serta Abu Dzar al Ghifari.

Ketika Jenazah diturunkan ke kubur, Abu Dzar pun berdiri lalu berkata "wahai kubur, tahukah kamu, orang yg dimakamkan ini?"

Beliau adalah putri Rasulullah, istri dari Ali Al Murtadho, dan ibu dari Hasan dan Husein".

Maka terdengarlah suara dari kubur

"ما انا موضع حسب ولا نسب وانما انا موضع العمل الصالح فلا ينجو مني الا من كثر خيره وسلم قلبه وخلص عمله"

"Aku bukan tempatnya nasab dan keturunan, melainkan tempat amal sholih. Tidak akan selamat dari (siksa) ku kecuali orang yang banyak amal kebaikannya, selamat hatinya dan ikhlash amalnya."

Kalau begini, masihkah anda mau membanggakan nasab?

Siapa di antara kita yang lebih dekat nasabnya kepada Rasulullah melebihi Sayyidah Fathimah Azzahra?

Ternyata hidup itu bukan tentang siapa bapak moyangmu, tapi tentang seberapa banyak nilai kebaikan dirimu, diriku dan diri mereka.

Apalagi kalau otentitas nasabnya benar-benar dipertanyakan.

Sumber; Nurudh Dholam Syarh Mandhumah Aqidatil 'awam, Syaikh Nawawi Al Bantani, h. 30.

والله اعلم

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB