Ketika Fathimah binti Rasulillah SAW wafat (enam bulan pasca wafatnya Sang Ayah), ada empat orang yang memikul jenazahnya.
Yakni Suaminya (Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib), dua putranya Sayyidina Hasan dan Husein serta Abu Dzar al Ghifari.
Ketika Jenazah diturunkan ke kubur, Abu Dzar pun berdiri lalu berkata "wahai kubur, tahukah kamu, orang yg dimakamkan ini?"
Beliau adalah putri Rasulullah, istri dari Ali Al Murtadho, dan ibu dari Hasan dan Husein".
Maka terdengarlah suara dari kubur
"ما انا موضع حسب ولا نسب وانما انا موضع العمل الصالح فلا ينجو مني الا من كثر خيره وسلم قلبه وخلص عمله"
"Aku bukan tempatnya nasab dan keturunan, melainkan tempat amal sholih. Tidak akan selamat dari (siksa) ku kecuali orang yang banyak amal kebaikannya, selamat hatinya dan ikhlash amalnya."
Kalau begini, masihkah anda mau membanggakan nasab?
Siapa di antara kita yang lebih dekat nasabnya kepada Rasulullah melebihi Sayyidah Fathimah Azzahra?
Ternyata hidup itu bukan tentang siapa bapak moyangmu, tapi tentang seberapa banyak nilai kebaikan dirimu, diriku dan diri mereka.
Apalagi kalau otentitas nasabnya benar-benar dipertanyakan.
Sumber; Nurudh Dholam Syarh Mandhumah Aqidatil 'awam, Syaikh Nawawi Al Bantani, h. 30.
والله اعلم