(Telaah kritis atas kebijakan Panitia Haji Indonesia atas keterlibatan Ba'alwy dalam kepanitian haji Indonesia)
Oleh: Abdur Rahman El Syarif
Postingan salah satu panitia haji Indonesia (Amirul Haj), H. Fahrur Rosi, yang kebetulan menjabat sebagai salah satu Ketua di jajaran PBNU.
"Oo, petugas dari Indonesia. Saya kira para habib yang dimaksud mendapat tugas dari otorita kerajaan Arab Saudi."
Saya paham bahwa postingan Dr (HC) Dr. H . Ahmad Fahrur rozi adalah untuk mengabarkan pada kita bahwa habaib memegang peran penting dalam acara puncak pelaksanaan Wukuf di Tanah Suci.
Padahal peran itu adalah sekedar penunjukan oleh panitia, bukan karena hal-hal yang istimewa.
Penunjukan para habib dalam tugas ini, menunjukkan bahwa polemik nasab belum menyentuh dan menggugah kepekaan para pengurus Haji.
Kan masih banyak Kiai/ulama pribumi yang kapasitas dan kapabilitasnya melebihi ke-3 habaib diatas.
Disamping itu unsur proporsionalitas perwakilan juga tidak terpenuhi. Berapa banyak jumlah jamaah haji dari klan Ba'alwi dibandingkan dengan jumlah jemaah haji pribumi.
Dilihat dari proporsi itu, seharusnya yang ditunjuk untuk memberi sambutan a.n. Naib Amirul Haj, Khotbah Wukuf, dan memimpin do'a wukuf adalah dari kalangan ulama, dan kiai pribumi nusantara.
Fenomena dicantumkannya nama-nama klan Ba'alwy dalam konteks diatas, menunjukkan bahwa Taqiyah Ba'alwiyah tidak hanya sudah menginfiltrasi kepengurusan NU di berbagai tingkatan tetapi juga telah menginfiltrasi masalah 'perhajian' di Indonesia.
Salah seorang tokoh menambahkan bahwa fenomena begitu sangat memprihatinkan, ada kesan keberpihakan secara demonstratif dan menafikkan eksistensi ulama/Kyai NU.
Enjih, ngoten, Kiai.
Padahal yang demikian itu memakai uang rakyat dan uang negara, yang pengelolaannya diserahkan kepada Panitia Penyelenggara Haji (Amirul Haj). Sungguh, memprihatinkan.
Dari kami di tanah air,
Selamat menjalankan Wukuf di Padang Arafah. Semoga ibadah wukuf sebagai rangkaian puncak ibadah haji ini, benar-benar ditaqdir menjadi 'Padang ibadah' menuju Arafah Billah Aamiin