Adapun "berkurbanlah" (wanhar) masih menurut Quraish Shihab merujuk pada penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah yang dilakukan pada hari raya Idul Adha.Kurban adalah simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah, yang menunjukkan kesiapan seorang Muslim untuk memberikan yang terbaik dari miliknya sebagai bentuk rasa syukur dan kepatuhan kepada perintah Allah. Pun dalam konteks sejarah, kurban juga mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang menunjukkan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa.
Quraish Shihab menekankan bahwa kedua ibadah ini, shalat dan kurban, adalah bentuk manifestasi dari rasa syukur atas nikmat yang melimpah (Al-Kautsar) yang telah Allah berikan. Kedua ibadah ini mengajarkan umat Islam untuk selalu mengutamakan Allah dalam segala aspek kehidupan, baik melalui ibadah spiritual (shalat) maupun ibadah materiil (kurban).
Dengan demikian, tafsir Quraish Shihab mengenai QS Al-Kautsar ayat 2 memberikan pemahaman bahwa shalat dan kurban adalah ibadah yang saling melengkapi dan penting untuk dilakukan dengan niat yang ikhlas sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah.
Al-Alusi, dalam tafsirnya yang berjudul "Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Qur'an al-Azim wa al-Sab' al-Mathani", memberikan penjelasan tentang QS Al-Kautsar ayat 2 ini.
Al-Alusi menjelaskan bahwa perintah untuk mendirikan shalat ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Shalat di sini diartikan sebagai semua jenis shalat, baik yang wajib maupun sunnah. Namun, beberapa ulama tafsir mengkhususkan bahwa yang dimaksud adalah shalat Idul Adha, mengingat konteksnya yang berhubungan dengan kurban.
Al-Alusi menekankan bahwa frasa "lirabbika" menunjukkan bahwa shalat harus dilakukan dengan niat ikhlas hanya untuk Allah, tanpa tercampur dengan niat lain atau riya'.
Kata "wanhar" dalam ayat ini berarti menyembelih hewan kurban. Al-Alusi menjelaskan bahwa ini merujuk pada penyembelihan hewan kurban yang dilakukan pada hari raya Idul Adha sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan Allah.
Pemaparan mengenai beberapa penjelasan tafsir di atas memberikan pemahaman bahwa shalat dan kurban adalah bentuk pengabdian yang menunjukkan ketaatan total seorang hamba kepada Tuhannya. Kedua ibadah ini merupakan manifestasi rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah dan simbol pengorbanan serta ketaatan yang tinggi. Melalui shalat dan kurban, seorang Muslim diajarkan untuk selalu ikhlas dan berserah diri kepada Allah.
Wallahu A'lam.