Oleh: KH Abu Bakar Sidik
Dalam kesempatan walimah safar salah seorang alumni pesantren, saya sampaikan bahwa menunaikan ibadah haji itu panggilan Allah.
Ada dua kemungkinan seseorang "dipanggil" oleh Allah. Pertama, mau diberi hadiah atau reward atas kebaikan dan bagusnya ibadah kepada-Nya dan baik dalam bermasyarakat.
Kedua, mau ditegur dan "dimarahi" Allah atas keburukan tingkah laku dan jeleknya ibadahnya agar nantinya lebih baik.
Apapun yang akan dialami nanti di Mekah, itu adalah dari Allah. Harus diterima, termasuk yang tidak mengenakkan. Jangan banyak marah-marah (jidal). Ibadah haji adalah ibadah totalitas.
Selamat menunaikan ibadah haji untuk semua yang melaksanakannya. Allah memberikan kenikmatan dengan cara-Nya. Percayalah.