Oleh: Agung Wibawanto
Connie Rahakundini Bakrie berbantah dengan Ketua Tim Kemenangan Nasional Pragib atau paslon 02, Rosan Roeslani. Bahkan Connie dengan lantang berkata "Inilah deklarasi" atas "perang" yang diistilahkan Connie kepada Rosan. Connie yang seorang pengamat militer banyak membongkar cerita-cerita under-cover di kalangan elite tentang proses pemilu (terutama pilpres).
Connie berani membeberkan peristiwa yang tidak diketahui publik atas penyelewengan dan atau penyimpangan kekuasaan. Sebelumnya, ada pula kalangan civitas akademika kampus yang juga terang-terangan mengeluarkan petisi mengkritisi proses pemilu yang dianggap tidak netral dan tidak demokratis. Terjadi banyak kecurangan yang dilakukan penguasa.
Publik pun cepat menangkap sinyal bahwa segala penyelewengan tersebut dilakukan guna memenangkan paslon Pra-Gib yang memang didukung presiden Jokowi. Terakhir, film bergenre dokumentasi "Dirty Vote" beredar di kanal YouTube, tepat di hari pertama masa tenang pemilu. Film yang dilakonkan oleh tiga pakar hukum tata negara pun membongkar praktik kecurangan dalam proses pemilu.
Meski kritik kecurangan ditujukan kepada semua paslon, namun publik tetap melihat bahwa pemerintah atau penguasa lebih dominan sebagai tokoh antagonisnya. Itu artinya lebih "menyerang" kubu 02. Tidak heran TKN mati-matian melakukan klarifikasi, konpers hingga membantah film tersebut. Disebutkan pula akan melaporkan film itu ke kepolisian karena dianggap hoax.
Sementara itu, pemungutan suara sudah di mulai di luar negeri. Di mana dari hasil exit poll dinyatakan paslon Ganjar-Mahfud lebih mendominasi dibanding paslon lainnya (hanya di Timur Tengah Anies bisa lebih unggul). Salam sejarahnya, paslon yang dominan dalam pemungutan suara di LN Akan memenangi kontestasi pilpres (cek pilpres sejak 2004).
Hasil exit poll sempat dilarang KPU untuk dipublish di masa tenang karena khawatir mempengaruhi pemilih dalam negeri yang baru akan memilih besok, Rabu (14/2). Namun data berupa info grafis exit poll telah dan terus menyebar di setiap linimasa media sosial. Seperti tidak mau kalah dengan hasil survey yang disebut banyak dimenangkan 02.
Semua peristiwa tersebut secara beruntun terjadi. Belum lagi gerakan mahasiswa yang mulai turun ke jalan melakukan demo dan berteriak tolak pemilu curang dan penguasa tidak beretika. Mahasiswa di Jakarta dan Yogyakarta tampak dua hari melakukan aksi demo yang dipenuhi kalangan anak muda. Ini semua merupakan lonceng bahaya untuk kubu 02.
Seperti yang pernah saya tuliskan terkait "arus balik" pendukung Pragib ke paslon lainnya, akankah di hari-hari terakhir sebelum coblosan ini terjadi? Banyak mereka yang dulunya mendukung Pragib tapi kemudian beralih mendukung Anies ataupun Ganjar. Dalam artikel itu, saya mengkaitkan adanya informasi gelap yang menyatakan adanya gerakan senyap dalam perhelatan judi besar.
Pilpres Indonesia dijadikan perjudian tidak hanya bagi kalangan elite dalam negeri, tapi juga internasional. Ada bandar besar yang berani membuka dan menerima taruhan tersebut. Di awal kampanye, suara elektabilitas Pragib seolah tak terkejar sendirian di atas. Para petaruh pun yakin Prabowo akan menang dengan mudah sehingga mau memasang nama Prabowo.
Pasangnya pun tidak recehan melainkan jutaan dolar, bahkan mempertaruhkan badan dan bangunan serta asset yang dimiliki. Ingat kembali perkataan Jokowi, "Kalian hebat jika bisa mengalahkan saya." Ini sebuah keyakinan bahkan mungkin jaminan bahwa Prabowo akan menang. Petaruh sudah memasang taruhannya dan bandar sudah menutup taruhan.
Pertaruhan sudah ditutup sejak terakhir masa kampanye. Itu artinya tidak ada lagi yang ingin ikut taruhan, ataupun yang sudah bertaruh tidak bisa membatalkan menarik diri. Saat itu pula film dirty vote mulai beredar, dan tahu dampaknya? Pertama, film tersebut sudah ditonton jutaan orang yang kemudian bisa mempengaruhi pemilih yang tadinya sudah punya pilihan. Selain juga muncul perdebatan di kalangan publik.
Kedua, sebenarnya film itu lebih cocok disuguhkan atau ditonton oleh mereka yang masih belum menentukan pilihan. Dengan menonton film itu mereka akan memiliki pertimbangan banyak dalam milih paslon yang dianggapnya tidak curang atau tidak melanggar hukum dan etika. Ingat pula, bahwa orang Indonesia lebih cepat lupa. Makanya film dimunculkan tiga hari sebelum coblosan.
Inilah arus besar sesungguhnya yang tentu bisa membikin 02 yang didukung penguasa kalang kabut. Tidak ada lagi waktu yang bisa mereka lakukan. Jokowi tampak sempat mengunjungi hotel tempat berkumpulnya kubu 02. Tidak mungkin hanya mengantarkan cucunya Jokowi ke bapaknya, Gibran. 40 menit bukan waktu yang pendek hanya untuk ngurus anak kecil.
Jokowi juga sudah berupaya menemui Sri Sultan yang dikatakan minta tolong menjadi mediator dirinya dengan Megawati. Ini dianggap sebagai langkah antisipasi jika kubu Prabowo kalah. Jokowi sudah mendengar apa yang dikatakan Guntur Sukarnoputera perihal dirinya jika Ganjar menang. Well, dirty vote adalah sebuah film, tapi semua ini sesungguhnya reality show.