"Disampaikan oleh Zainab binti Jahsy: Suatu hari Nabi Allah memasuki rumahnya dalam keadaan takut dan berkata: "Tidak ada satu pun yang berhak disembah melainkan Allah! Terkutuklah orang Arab karena Setan yang Besar telah mendekati (mereka). Hari ini sebuah lubang telah terbuka di tembok penghalang Ya'juj dan Ma'juj seperti ini." Nabi membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan jempolnya.
Zainab binti Jahsy menambahkan:
"Saya bertanya wahai Nabi Allah! Apakah kita akan dihancurkan semua walaupun ada diantara kita yang shalih? Nabi menjawab: Ya (akan ada waktunya) dimana kejahatan merajalela, yakni kebobrokan, kejahatan, perilaku yang menjijikkan, perilaku seksual yang terbuka dll, yang merajai dunia."
Hal ini menunjukkan tidak saja penindasan politik, ekonomi dan militer terhadap orang Arab, melainkan juga bahwa mereka akan dijelek-jelekkan dengan cara yang penuh kedengkian yang amat sangat (HR. Shahih Bukhari).
Hal ini tidak saja menunjukkan dengan jelas bahwa dilepaskannya Ya'juj dan Ma'juj telah terjadi pada saat Nabi masih hidup, tetapi juga menunjukkan penghancuran orang Arab terakhir oleh Ya'juj dan Ma'juj akan terjadi pada saat dimana _khabas_ atau kejahatan besar telah melanda. Sedemikian jelasnya seperti di siang hari bolong bahwa kebobrokan meningkat pesat sekarang di tanah Arab.
Tidak dapat dipungkiri lagi, kebobrokan moral telah demikian jelasnya terjadi di berbagai belahan dunia, dimana seorang laki-laki dapat menikahi laki-laki lain dan mendapatkan buku nikah.
Tetapi kebobrokan itu sekarang terjadi di Arab juga. Jutaan jiwa hidup sengsara sebagai pengungsi, dan orang Arab yang benar-benar beriman sekarang hidup dalam kemiskinan yang sangat mengenaskan.
Tidak sukar untuk mengerti mengapa Ya'juj dan Ma'juj ingin menghancurkan orang Arab. Pax Judaica yang akan menggantikan Pax Americana, tidak bisa terjadi selama orang Arab itu dengan gigih melawan penindasan tersebut.
والله اعلم