Oleh : Jacob Ereste
Perang Pecah Lagi di Gaza, itulah judul buku yang menghimpun sejumlah tulisan Antologi Kemanusiaan Palestina Satupena yang diterbitkan PT. Cerah Budaya Indonesia, pada Desember 2023.
Solidaritas penulis Indonesia untuk Palestina diungkapkan Denny JA, dalam kata pengantar, sebagai Ketua Umum Perkumpulan Penulis Satupena, 2021-2026.
Dalam sajian keseluruhan buku ini yang dikatakan dalam katagori puisi sebanyak 80 judul, lalu puisi esai 9 puisi esai, 8 cerita pendek dan 24 judul artikel (opini) yang dilengkapi biodata singkat para penulis sehingga berjumlah 281 halaman.
Dalam khazanah budaya kepustakaan (perbukuan) kerja gagah Satupena ini sangat patut diapresiasi, dimana budaya membaca, budaya menerbitkan buku dan memelihara perpustakaan telah pudar akibat semua itu bisa dengan mudah diperoleh melalui pelayanan google yang nyaris tidak lagi menyisakan yang harus dilakukan pekerjaan di wilayah kepustakaan.
Baca Juga: Sepuluh Prinsip Kepemimpinan Efektif
Karena itu, dengan terbitnya sejumlah tulisan yang beragam jenis kelaminnya dalam buku ini, layaklah disebut upaya menerbitkan buku ini sebagai perlawanan budaya dari keterasingan kepustakaan dari budaya masyarakat yang sudah hijrah keyakinannya pada kepustakaan elektronik yang cenderung meninggalkan habitat perbukuan.
Denny JA mengawali pengantarnya dengan mengutip sepenggal puisi yang sangat menyentuh getaran hati kemanusiaannya, meski puisi yang dia kutip ini tidak lagi dia ingat siapa penulisnya.
Yang menarik, tentu saja bukan karena Denny JA masih bisa mengingat bait per baik karya yang puitis dan mampu menyentuh rasa pirasa kemanusiaan yang tetap hidup sebagai fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, tetapi ekspresi perlawanan atas kezaliman dan kekerasan yang dialami bangsa Palestina. Baik puisi tentang Palestina ini mampu menggedor memori waras yang berkelana bebas hingga dipadankan dengan ekspresi dari pidato yang dianggap yang tidak kalah menarik dan simpatik mengungkap ikhwal Palestina, meski Israel sendiri sebagai lawan dalam peperangan itu sudah kehilangan simpatik bangsa-bangsa di dunia.
Baca Juga: Dewan Kota (Dekot), 23 Tahun Konsisten Mengawal Pembangunan Cianjur
Setidaknya Afrika Selatan telah mengajukan gugatan ke Court of Justice (Mahkamah Internasional) atas genosida terhadap Palestina di Jalur Gaza. Dan Court of Justice menyatakan telah menerima gugatan itu pada 29 Desember 2023.
Israel dinyatakan oleh Afrika Selatan telah melanggar Konvensi Genosida Tahun 1948 yang disepakati akibat peristiwa Holocaust karena terbukti ada upaya menghancurkan sekelompok orang secara keseluruhan atau sebagian dari penduduk tersebut.
Diperkirakan sekitar 1,9 juta warga Gaza telah mengungsi sejak agresi 7 Oktober 2023. Warga mencari tempat yang aman ditengah situasi kemanusiaan yang sangat mengerikan dan penuh ancaman kematian yang sia-sia. Karena sejak gencetan senjata berakhir awal Desember 2023, Israel makin brutal menggempur Gaza. Israel terus memperluas operasi militernya ke Selatan, tempat ratusan ribu pengungsi Gaza berlindung. Dan menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 55 ribu orang mengalami luka-luka akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 itu.
Baca Juga: Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Kelompok Tani di Garut : Potensi dan Tantangan