عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْ ۚ وَاِ نْ عُدْتُّمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا
"Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang kafir."
(QS. Al-Isra': 8).
Namun mereka menolaknya, dan mereka mengetahui bahwa pintu ampunan sejak itu telah tertutup bagi mereka. Itulah sebabnya mereka telah dicap oleh Allah sebagai _al-maghdhub_, "mereka yang dimurkai" (QS. Al-Fatihah: 7).
Selain perubahan hukuman bagi pelaku zina dan perubahan arah kiblat, juga ditetapkan syariat baru tentang puasa, sehingga setelah itu umat Islam benar-benar terpisah dan berbeda dengan umat Yahudi.
Para Rahib yang berkumpul di Madinah dengan tujuan semula berupaya mengajak Nabi SAW untuk bergabung dengan mereka, kini mengetahui bahwa mereka telah gagal. Semua peristiwa ini terjadi setelah 17 bulan Nabi SAW dan para sahabat hijrah ke
Madinah, atau pada tahun kedua Hijriyah, sekitar setahun setelah Piagam Madinah.
Inilah momen penting itu. Setelah kesempatan terakhir yang Allah berikan untuk menerima Kerasulan Muhammad SAW mereka tolak, sehingga sejak itu mereka menyimpan dendam. Sejak itu mereka bukan saja terus berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad SAW, tetapi juga terus melancarkan permusuhan terhadap Islam dan umat Islam.
Setelah itu, Nabi SAW beberapa kali mengalami upaya percobaan pembunuhan. Hal yang sama terus terjadi sepeninggal beliau. Sejarah mencatat tiga Khalifah terakhir telah wafat secara menyedihkan. Kajian terakhir bahkan menyimpulkan bahwa sebenarnya Khalifah Abu Bakar pun telah Syahid karena terbunuh.
Syekh Imran telah berhasil mengungkap momen sejarah paling penting ini, yakni momen setelah pengkhianatan kaum Yahudi atas Piagam Madinah yang selama ini belum terungkap.
Inilah momen sejarah yang paling mungkin ketika Allah memilih untuk melepaskan rantai Dajjal dan membuka tembok Ya'juj-Ma'juj.
Seperti yang nanti akan dibahas, bahwa Dajjal sudah lama dilepas dan bekerja di balik bayangan untuk menjalankan misinya sebagai fitnah terbesar di akhir zaman.
Demikian juga Ya'juj-Ma'juj sudah lama dilepaskan dari tembok Dzulqarnain. Jejak pertama yang bisa dikenali dari proses sejarah adalah apa yang kemudian dikenal sebagai Suku atau bangsa Khazar yang mendiami pegunungan Kaukasus, sebuah wilayah dimana Ya'juj-Ma'juj sebelumnya dikurung oleh tembok Dzulqarnain.
Peristiwa ini telah membingungkan para sejarawan, siapa sebenarnya mereka yang memiliki komposisi genetik unik?
Jika Dajjal dan Ya'juj-Ma'juj sudah dilepas, kapan mereka dilepas?
Berikut dinukil dua buah Hadits, yaitu Hadits Ibnu Shayyad tentang isyarat pelepasan Dajjal, dan Hadits Zainab tentang isyarat pelepasan Ya'juj-Ma'juj.
Ibnu Shayyad adalah seorang remaja Yahudi yang pernah ditemui Rasulullah bersama Umar. Lalu terjadi Dialog antara Rasulullah dengan Ibnu Shayyad, sebagaimana disebutkan dalam Hadits dari Ibnu Umar: