opini

Perang Asimetrik dan Bioterorisme Harus Dihadapi Bersama Rakyat

Senin, 4 Desember 2023 | 14:44 WIB
Ilustrasi Penularan Virus Pneumonia. (Foto:Istimewa)

Oleh : Jacob Ereste

Bioterorisme adalah cara bagi satu pihak yang ingin membuat kerusakan atau mencelakakan pihak lain dengan cara menebarkan hasil rekayasa virus yang lebih dakhsyat dari sekedar pandemi hingga dapat terjadi secara alami, seperti yang mulai banyak dialami oleh manusia hari ini.

Fenomena yang diungkap Bill Gate juga terkait dengan kondisi pemanasan global yang kian parah. Karena pada saatnya nanti, suhu bumi akan melampaui ambang batas 1,5 derajat Celcius, katanya.

Teknologi terbaru yang akan segera menggunakan smartphone, yaitu sebuah tato elektonik yang ditempelkan di kulit manusia lengkap dengan sensor dan pelacak untuk mengirimkan informasi.

Baca Juga: Gandeng Lapas Sukamiskin, FDK UIN Bandung Teken Kerja Sama dan Sosialisasi Layanan Konseling

Tato ini memiliki daya kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari tubuh manusia, dan semua data akan disimpan, termasuk kondisi kesehatan orang yang bersangkutan yang sudah dipasang tato elektronik tersebut.

Tragisnya, saat penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonedia secara liar, di Tiongkok terjadi penyebaran Pneumonia, sehingga masyarakat semakin tidak percaya apa yang sesungguhnya sedang terjadi di Indonesia. Perang atau terorisme terselubung dalam wujud penebaran wabah penyakit yang bisa membuat musnah manusia -- tanpa kekerasan, seperti yang terjadi dengan cara yang sangat primitif dalam perang di Palestina sampai hari ini.

Beritakan dari Tiongkok yang membetot kesadaran bahwa dunia sedang menghadapi ancaman serius dari penyebaran undefined pneumonia yang merebak secara meluas sejak November 2023, sangat mungkin sudah merebak juga di negeri kita.

Ketakutan itu pun langdunh diekspresikan oleh pemerintah Indonesia dengan cara langsung menghimbau agar masyarakat tidak panik, kata Menteri Kesehatan. Bahkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dokter Imran Pambudi menyarankan agar warga masyarakat meningkatkan kewaspadaan, utamanya bagi siapa saja yang sedang berpergian ke luar begeri.

Baca Juga: Aksi Mogok Nasional 5 Juta Kaum Buruh Dapat Menjadi Penakar Ketangguhan Partai Buruh Layak Ikut Pemilu Tahun 2024

Penyakit radang paru-paru ini juga dilaporkan sudah mulai melantak Eropa. Tentu saja yang gawat, penyakit laknat ini dominan melantak anak-anak. Pneumonia yang merebak di Tiongkok itu pada dasarnta sama dengan pneumonia yang juga ada dalam masyarakat Indonesia, karena akan berakibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Hanya saja yang ada di sana disebabkan oleh mycoplasma pnrumonia. Artinya, bakteri penyebab umum terhadap infeksi pernapasan (respiratory) sebelum Covid-19.

Sebagai upaya mitigasi, Kementerian Kesehatan RI sudah melakukan berbagai usaha untuk segera mengantispasi merebaknya mycoplasma pnrumonia di negeri kita, seperti menerbitkan Surat Edaran No : PM.03.01/C/4732/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pnrumonia di Indonesia, pada 27 November 2023.

Rekayasa genitika yang sangat membahayakan bagi kehidupan manusia, memang tidak bisa dianggap enteng. Seperti bakteri Wolbachia yang banyak bisa ditemui pada berbagai jenis serangga di kampungbl kita ini, atas nama riset tengah dibiakkan dan juga sudah ditebarkan hasil pembiakannya karena sudah diklaim bisa menekan nyamuk pembawa DBD atau demam berdarah.

Baca Juga: Nyambi Jadi Pengedar Narkotika, Seorang IRT Ditangkap Polres Karawang

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB