opini

GMRI Gagas Ziarah Spiritual, Temu Persaudaraan Antarumat Beragama Sedunia Selaras Dengan Dokumen Abu Dhabi

Minggu, 8 Oktober 2023 | 20:46 WIB
Jacob Ereste (Penggiat Media Sosial dan Pemerhati Kebijakan Politik) (Abdul Qodir Majid)

Oleh : Jacob Ereste

Dokumen tentang Persaudaraan Manusia Untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama, terangkum dalam dokumen yang ditanda tangani di Abu Dhabi dalam perspektif agama dan kepercayaan masing-masing dengan segala kekayaannya.

Dalam versi Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), nilai-nilai persaudaraan manusia untuk perdamaian dan hidup bersama merupakan hal yang terkandung dalam ajaran semua agama dan kepercayaan. Nilai-nilai ini wajib diimplementasikan dalam kehidupan.

Baca Juga: Penipuan Menjadi Salah Satu Alasan Pembatalan Perjanjian

Dokumen Abu Dhabi ini cukup penting untuk diketahui, karena bukan saja isinya, tetapi juga ditanda tangani bersama oleh Paus Fransiscus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb, di Madjid Founders Memorial Abu Dhabi pada Februari 2019.

Harapan besar terhadap dokumen Abu Dhabi ini dapat menjadi awal dari gerakan kreatif yang dapat dirancang dan dilaksanakan bersama oleh komunitas lintas iman seperti yang sedang dipersiapkan GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang ingin melaksanakan pertemuan akbar persaudaraan lintas agama di Indonesia dalam waktu dekat. Demikian ungkap Sri Eko Sriyanto Galgendu yang terus membangun komunikasi kepada berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun jaringan yang ada di berbagai manca negara.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Dukungan Terus Berdatangan Kepada Capres Prabowo Subianto

"The Document on Human Fraternity for World Peace in Living Together" ini dilandasi oleh alasan sebagai dokumen yang terbilang revolusioner dengan kelugasan bahasa yang mendobrak pemikiran seputar relasi lintas agama dengan berbagai tantangannya. Kecuali itu, dokumen ini ditandatangani oleh Paus Fransiscus, petinggi agama Katolik sedunia dan Dr. Ahmed Al-Tayyeb, Imam Besar Al-Azhar. Tentu saja sejarah yang meliputi situasi dan kondisi yang terjadi dan menjadi latar belakang lahirnya dokumen kesepakatan bersama ini sangat menarik dan perlu dipahami sebelumnya, untuk memahami kesepakatan yang luar biasa dari Dokumen Abu Dhabi ini untuk dunia agar dapat semakin terasa harmoni dan damai.

Meskipun dalam dokumen lain dapat juga diketahui bahwa relasi dan kerjasama antara Vatikan dan Al-Azhar sudah ada sejak tahun 1998, seperti yang ditanda tangani dalam bentuk Kerja sama Antaragama Monoteistik yang permanen pada 28 Mei 1998 di Vatikan.

Dalam wejangannya, Paus Yohanes Paulus II, 29 Mei 1998 di Istana Kepausan Vatikan, menyatakan dukungan Gereja Katolik se dunia terhadap inisiatif kerja sama ini. Bahkan juga menekankan pentingnya kerja sama antarumat beragama untuk menumbuh kembangkan relasi persahabatan -- persaudaraan -- antara umat Katolik dan umat Islam yang sudah menjadi kesepakatan bersama ini.

Dasar-dasar kerohanian inilah yang harus senantiasa ditonjolkan untuk menjalin relasi yang lebih rukun dan damai di dunia ini. Untuk itu, pertemuan rutin dua tahunan akan terus dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan yang perlu dijaga bersama.

Baca Juga: Diduga Mendapat Tindak Pemerasan, Syahrul Yasin Limpo Minta Perlindungan ke LPSK

Krisis relasi seperti diungkap oleh Markus Solo Kewuta SVD (hal 11), situasi memanas bahkan berdarah di berbagai tempat di dunia, bermula pada 12 September 2006, setahun setelah pengangkatan Paus Benediktus XVI, ketika memberi kuliah umum di Regensburg, Jerman. Ia mengutip sebuh buku yang menyinggung perasaan umat Islam. Akibatnya, 138 Alim Ulama Islam sejagat menulis surat berjudul "A Common Word" kepada Paus Benediktus XVI. Hingga kemudian melahirkan Forum Katolik-Muslim (Katolik-Muslim Forum atau KMF) yang bertemu pertama kali pada 4-6 November 2008 di Vatikan. Forum ini bertugas membahas surat terbuka Alim Ulama Islam sejagat itu, hingga berhasil memulihkan relasi yang baik dan harmoni dalam sudah pertama Forum Katolik-Muslim di Vatikan dan pada forum kedua di tepi Sungai Yordan, Yordania pada Oktober 2011.

Langkah-langkah Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI telah membuka kalan bagi Paus Paulus II untuk memulai dialog lintas agama yang lebih dinamis dan dengan daya jangkau yang lebih luas. Era keterbukaan ikut mendorong Paus Paulus II menyelenggarakan Hari Doa Sedunia Untuk Perdamaian di Assisi pada 27 Oktober 1986. Momen bersejarah ini erat kaitannya dengan ziarah perdamaian.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB